Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelabuhan Super Hub, Bappenas Siapkan Direct Call Port di Kaltim

Sambil menunggu kajian tersebut, layanan hub pelabuhan internasional masih dipusatkan di tiga pelabuhan utama. Ketiga pelabuhan itu pun, kata dia, masih akan dikaji kembali kriterianya sebagai hub.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  21:43 WIB
Pelabuhan Super Hub, Bappenas Siapkan Direct Call Port di Kaltim
Suasana di Pelabuhan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate. - Dok. Pelindo 1
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah menyiapkan pelabuhan super hub di Kalimantan Timur yang bakal melayani pelayaran langsung dari dalam ke luar negeri atau direct call.

Koordinator Transportasi Bidang Laut Direktorat Transportasi Kementerian PPN/Bappenas Raden Bonnyswara menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan kajian terkait pembangunan pelabuhan super hub di Kalimantan Timur.

Sambil menunggu kajian tersebut, layanan hub pelabuhan internasional masih dipusatkan di tiga pelabuhan utama. Ketiga pelabuhan itu pun, kata dia, masih akan dikaji kembali kriterianya sebagai hub.

“Bappenas sedang menyiapkan pelabuhan super hub di Kalimantan Timur dan masih tahap kajian. Sementara untuk hub pelabuhan internasional masih dilayani seperti oleh Tanjung Priok, Belawan, dan Tanjung Perak yang juga masih dikaji kriteria-kriteria hubnya,” ujarnya, Senin (12/7/2021).

Sementara itu, Supply Chain Indonesia (SCI) menyampaikan setidaknya ada lima tantangan utama dalam pengembangan pelabuhan hub internasional yang akan dihadapi oleh Indonesia.

Chairman SCI Setijadi mengatakan bahwa tantangan pertama yang akan dihadapi Indonesia adalah terkait dengan masalah skala ekonomi muatan, karena keberadaan banyak pelabuhan di Indonesia yang mengakibatkan volume muatan tersebar.

Kedua, integrasi pelabuhan, pelayaran, dan industri yang belum optimal. Ketiga, dukungan stakeholders mulai dari kementerian/instansi terkait, operator pelabuhan, industri, asosiasi, penyedia jasa logistik, hingga pemerintah daerah.

“Masalah keempat dan kelima adalah konsistensi program pembangunan industri dan rencana pengembangan sistem transportasi. Inkonsistensi mengakibatkan ketidakpastian yang menyulitkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun pelaku usaha dalam melakukan perencanaan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Angkutan Peti Kemas Luar Negeri DPP INSA Teguh Basuseto menyebutkan, ada lima pelabuhan utama dengan kontribusi arus peti kemas sebesar 6,7 juta TEU’s. Pelabuhan-pelabuhan itu adalah Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Belawan, dan Makassar.

Kriteria pelabuhan hub internasional mencakup lokasi yang dekat dengan alur pelayaran dunia, free trade area untuk menarik kargo dari negara-negara sekitar, tarif atraktif, jelas, terukur, memiliki infrastruktur memadai, dan terdapat sarana pendukung.

Dengan karakteristik tersebut, kata dia, beberapa pelabuhan itu lebih tepat disebut gateways ports atau hub domestic, sedangkan Belawan bisa memenuhi kriteria lokasi pelabuhan hub internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas pelabuhan
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top