Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pagu Indikatif 2022 Merosot, Target Ditjen Cipta Karya Anjlok

Penurunan target yang paling mencolok terdapat pada Direktorat Prasarana Strategis yang secara umum bertugas untuk membangun maupun merehabilitasi infrastruktur seperti pasar dan sarana olahraga.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  12:25 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — Penurunan pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berdampak signifikan pada target konstruksi infrastruktur cipta karya tahun depan. Setidaknya satu program hilang dan separuh target konstruksi terpangkas.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan dana hingga Rp30,1 triliun untuk melaksanakan seluruh program cipta karya pada 2022. Walakin, pagu indikatif Ditjen Cipta Karya hanya 41,52 persen dari kebutuhan tersebut atau senilai Rp12,5 triliun.

Pagu indikatif adalah ancar-ancar pagu anggaran yang diberikan kepada kementerian/lembaga sebagai pedoman dalam penyusunan rencana kerja mereka.

"Dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat dan meningkatkan produktivitas serta mendukung penyelesaian Proyek Strategis Nasional masih terdapat kegiatan yang belum teralokasi sebesar Rp17,6 triliun," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Rabu (9/6/2021).

Penurunan target yang paling mencolok terdapat pada Direktorat Prasarana Strategis yang secara umum bertugas untuk membangun maupun merehabilitasi infrastruktur seperti pasar dan sarana olahraga.

Anggaran yang dibutuhkan untuk direktorat tersebut mencapai Rp2,24 triliun. Dana tersebut dibutuhkan untuk merehabilitasi maupun membangun pasar setidaknya delapan pasar dan sembilan sarana olah raga.

Namun, anggaran yang dialokasikan untuk direktorat tersebut hanya Rp2 miliar atau 0,89 persen dari anggaran yang dibutuhkan. Alhasil, anggaran tersebut hanya akan digunakan untuk melakukan pekerjaan tahun jamak rehabilitasi Pasar Sentral Gorontalo.

Setelah itu, pagu indikatif pada program pembangunan gedung hanya 22,94 persen dari kebutuhan atau senilai Rp1,42 triliun. Dengan kata lain, masih ada kebutuhan anggaran sekitar Rp4,77 triliun yang belum terakomodir.

Minimnya anggaran tersebut membuat kegiatan baru dalam program tersebut hanya penataan kawasan Balekambang. Sementara itu, delapan kegiatan bidang tersebut merupakan lanjutan pekerjaan jamak tahun.

Pada bidang air minum, rendahnya pagu indikatif Ditjen Cipta Karya membuat target pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) terpangkas 96,96 persen menjadi 110 liter per detik. Sementara itu, target perluasan sambungan rumah (SR) dipotong 52,26 persen menjadi 235.225 SR.

Pendanaan SPAM baru pada 2022 akan berasal dari pinjaman atau hibah luar negeri. SPAM baru tersebut adalah SPAM Huntap Tondo 1, SPAM Huntap Tondo 2, SPAM Huntap Talise, SPAM Huntap Pombewe, SPAM IKK Barombong, dan SPAM Regional Wosusokas. 

Adapun, perluasan SR akan dilakukan dengan cara perluasan SPAM sebanyak 12.800 SR, optimalisasi SPAM sekitar 12.025 SR, dan SPAM berbasis masyarakat hingga 210.400 SR.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pagu anggaran anggaran kementerian
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top