Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Penyaluran Solar Bersubsidi Mencapai 5,83 Juta Kiloliter

Berdasarkan verifikasi volume penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu, realisasi itu telah mencapai 37 persen dari target kuota penyaluran sepanjang tahun ini sebesar 15,8 juta kiloliter.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  17:33 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada kendaraan di SPBU Coco, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/8/2018). - Antara/Aprillio Akbar
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada kendaraan di SPBU Coco, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/8/2018). - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mencatat realisasi penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu atau solar bersubsidi hingga Mei 2021 telah mencapai 5,83 juta kiloliter.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa memaparkan bahwa berdasarkan verifikasi volume penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT), realisasi itu telah mencapai 37 persen dari target kuota penyaluran sepanjang tahun ini sebesar 15,8 juta kiloliter (kl).

"Realisasi JBT sampai dengan  31 Mei 2021, untuk solar 5,83 juta kl atau 37 persen dari kuota, sedangkan kerosin atau minyak tanah 0,2 juta kl atau 40 persen dari kuota," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (7/6/2021).

Sementara itu, Fanshurullah menambahkan, sepanjang tahun ini BPH Migas mengawal pembangunan 76 lembaga penyalur BBM 1 harga di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) untuk menjamin ketersedian BBM. Sampai dengan Mei 2021, 20 penyalur BBM satu harga telah berhasil direalisasikan.

"Rencananya besok ada peresmian BBM 1 harga di Pontianak sebanyak 20 penyalur," tuturnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memproyeksikan serapan JBT untuk solar sepanjang tahun ini akan berada pada kisaran 14,33 juta kl atau lebih rendah dibandingkan dengan kuota yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar 15,8 juta kl.

Sementara itu, serapan JBT untuk kerosin sampai dengan akhir tahun nanti sebesar 0,46 juta kl atau lebih rendah dari kuota dalam APBN 2021 sebesar 0,5 juta kl.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbm subsidi bph migas
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top