Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-Siap! Harga Tahu Tempe Kemungkinan Naik Jadi Segini

Di tengah kenaikan harga kedelai dunia, Kemendag memastikan ketersediaan bahan baku tahu dan tempe tetap terjaga. 
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  20:19 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Jakarta, Senin (10/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Jakarta, Senin (10/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan mengumumkan potensi naiknya harga tahu dan tempe, seiring dengan berlanjutnya kenaikan harga kedelai di pasar internasional.

Berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia masih relatif tinggi. Pada awal Juni 2021 harga kedelai berada di kisaran US$15,42 per bushels atau sekitar US$566 per ton. Dengan kondisi tersebut, maka landed price berada di kisaran Rp9.377 per kg.

Sementara itu, harga di tingkat importir berada di kisaran Rp10.206 per kg. Para perajin tahu dan tempe, bahkan menyebutkan  harga kedelai telah mencapai Rp11.000 per kg di sejumlah wilayah.

“Kemendag konsisten memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia, baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga. Tujuannya, untuk memastikan harga kedelai di pasar serta di tingkat pengrajin tahu dan tempe berada di tingkat yang wajar,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan melalui keterangan resmi, Kamis (3/6/2021).

Oke memperkirakan harga tempe akan mengalami penyesuaian menjadi Rp17.000 per kg dari sebelumnya Rp16.000 per kg dengan harga kedelai saat ini, sedangkan harga tahu bisa menembus Rp700 per potong dari sebelumnya Rp650 per potong.

Di tengah kenaikan harga kedelai dunia, Oke memastikan ketersediaan bahan baku tahu dan tempe tetap terjaga. 

Dia mengatakan pemerintah telah bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk memastikan stok kedelai memadai meski harga dari negara pemasok masih tinggi akibat panen raya yang belum tiba.

Oke juga mengimbau kepada para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara rutin kepada pengrajin tahu dan tempe. Termasuk kepada anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti kabupaten/kota seluruh Indonesia dengan harga kedelai terjangkau.

“Penyesuaian harga tahu dan tempe ini diharapkan tetap memberi gairah bagi perajin untuk terus berproduksi di tengah tingginya harga kedelai dunia sehingga tahu dan tempe selalu tersedia di masyarakat sebagai pilihan sumber protein dengan harga terjangkau,” kata Oke.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga kedelai tahu tempe
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top