Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menperin Upayakan Speaker Buatan Lokal Diserap Industri Dalam Negeri

Sekitar 40 persen produk speaker buatan Indonesia sudah berhasil menembus pasar ekspor.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  13:50 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.  - Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. - Kementerian Perindustrian

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah akan mendukung industri pengeras suara (speaker) dalam negeri agar dapat lebih diterima di pasar domestik, mengingat sekitar 40 persen produknya sudah tembus di pasar ekspor.

Menurutnya, produk speaker dalam negeri ini akan didorong untuk menyuplai industri-industri pengguna misalnya industri otomotif, televisi, maupun ponsel.

“Kami mengapresiasi kinerja perusahaan yang tidak hanya sukses menembus pasar ekspor, tetapi juga dapat memperoleh kepercayaan brand besar di level internasional yang mencerminkan kualitas yang tinggi dari produk-produk perusahaan di Indonesia. Customer perusahaan ada juga yang bermain di segmen luxury, yang menunjukkan bahwa produk dalam negeri juga dapat bersaing di kategori high-end tersebut," katanya melalui siaran pers, Rabu (26/5/2021).

Menurut Agus, industri speaker dalam negeri mulai meningkatkan utilitas produksinya setelah terdampak pandemi Covid-19. Hal ini didukung oleh pemerintah yang terus mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Adapun, dalam kunjungan kerjanya di Surabaya, Selasa (25/5/2021) memberikan apresiasi kepada CV Sinar Baja Electric (SBE) selaku produsen speaker dalam negeri yang telah mampu ekspor hampir ke seluruh dunia.

Produk-produk SBE sudah dikapalkan ke berbagai negara Kawasan Asia, Eropa, Australia, dan Amerika. Merek global besar seperti Bentley, Harman Revel, Yamaha, Honda, dan Hyundai menggunakan speaker yang diproduksi di pabrik Surabaya tersebut.

SBE memiliki kapasitas produksi 12 juta unit per tahun dengan produk yang mencakup Hi-End Audio, Professional Audio dan Car Audio. Perusahaan memproduksi speaker dengan merek sendiri maupun subkontrak (OEM).

Di sisi lain, nilai impor produk speaker pada tahun 2020 masih cukup tinggi, sekitar US$74 Juta, Namun telah menurun dari impor 2019 yang mencapai US$115 Juta.

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang besar untuk perekonomian nasional. Sebagai contoh, saat ini, suplai ke industri otomotif masih relatif kecil dan akan diupayakan untuk ditingkatkan.

“Selain itu, kami juga akan mendorong agar produk speaker ini dapat masuk ke industri produk-produk high-tech seperti ponsel atau earphone," papar Agus.

Dia menambahkan, pemerintah saat ini menggunakan pendekatan local purchase bagi industri agar dapat memperoleh insentif sekaligus membentuk pasar bagi produk-produk komponen seperti speaker. Hal ini merupakan upaya peningkatan penggunaan barang-barang dalam negeri agar bisa masuk ke supply chain yang lebih besar, jelas Menperin.

SBE telah memproduksi Car Audio yang digunakan oleh produsen mobil merek Jepang maupun Eropa. Kualitas produk yang memenuhi standar internasional dan didukung dengan kegiatan riset dan pengembangan yang kuat menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggannya.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan menurunkan ongkos produksi, perusahaan melakukan pengembangan dengan konsep vertical integration atau memproduksi komponen utama secara mandiri. Sebagai contoh, beberapa komponen utama speaker yang sudah dapat diproduksi antara lain voice coil, steel chassis, cone, spider, dustcap, dan lain-lain.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kemenperin pengeras suara
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top