Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2021, Harga Properti Turun!

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index mencatat turunnya indeks harga gabungan (rumah dan apartemen) terjadi di sejumlah provinsi. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  15:55 WIB
Wajah properti Jakarta, 2 Mei 2019.  - Reuters
Wajah properti Jakarta, 2 Mei 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Harga properti mengalami penurunan pada kuartal I/2021. Berdasarkan Indonesia Property Market Index - Harga (RIPMI-H) pada triwulan pertama tahun ini berada pada angka 110,3, turun 0,4 persen dibandingkan dengan kuartal IV tahun 2020. Secara tahunan, indeks ini mengalami penurunan sebesar 2 persen.  

Namun, turunnya harga properti pada kuartal ini lebih disebabkan oleh harga apartemen yang merosot sebesar 2,3 persen secara kuartalan. "Terjadi penurunan indeks harga properti hunian, baik secara kuartalan maupun tahunan di kuartal I tahun 2021. Turunnya indeks harga properti hunian ini lebih terlihat pada segmen apartemen," ujar Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan Rumah.com dalam webinar Rumah.com, Selasa (25/5/2021). 

Indeks harga properti untuk rumah tapak pada kuartal I tahun 2021 berada di angka 116,3 dimana masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,6 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan 0,5 persen secara tahunan. 

Pada periode yang sama indeks harga properti untuk apartemen berada pada angka 109,9. Angka ini turun 2,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan turun 5,3 persen secara tahunan. 

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index mencatat turunnya indeks harga gabungan (rumah dan apartemen) terjadi di sejumlah provinsi. 
RIPMI-H wilayah DKI Jakarta turun sebesar 0,44 persen dibandingkan dengan kuartal sebleumnya. Meski demikian, penurunan hanya terjadi di segmen apartemen, yakni sebesar 2,6 persen, sedangkan rumah tapak naik tipis, atau sebesar 0,2 persen secara kuartalan.

Di Jawa Barat indeks harga properti gabungan naik sebesar 0,5 persen, yang ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 1,2 persen secara kuartalan, sedangkan indeks harga apartemen mengalami penurunan sebesar 0,9 persen.

Tren yang sama juga terlihat di Banten dimana mencatat kenaikan indeks harga properti gabungan sebesar 1,62 persen secara kuartalan. Kenaikan ini ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 1,9 persen, sedangkan indeks harga apartemen turun 1,6 persen.

Lalu di Jawa Tengah juga mencatat kenaikan indeks harga properti gabungan sebesar 1,37 persen secara kuartalan. Kenaikan ini ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 0,97 persen, tetapi indeks harga apartemen turun 0,33 persen secara kuartalan.

Akan tetapi, tren yang berbeda terlihat di Jawa Timur. Indeks harga properti gabungan menunjukkan penurunan sebesar 1,64 persen secara kuartalan. Penurunan justru disebabkan turunnya harga rumah tapak sebesar 2,13 persen, sedangkan indeks harga apartemen meningkat sebesar 1,79 persen.

"Kenaikan indeks harga rumah tapak terjadi hampir di seluruh wilayah dengan jumlah suplai properti yang besar seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali. Penurunan indeks harga rumah tapak hanya terjadi di DI Yogyakarta dan JawaTimur sehingga kondisi tersebut adalah beberapa alasan untuk mengatakan bahwa kondisi pasar properti masih cukup aman di situasi sulit saat ini," tuturnya. 

Dia menambahkan pasar properti saat ini masih didominasi rumah tapak. Data suplai Rumah.com menunjukkan bahwa suplai properti masih didominasi oleh rumah tapak yakni sebesar 80 hingga 85 persen dari total suplai. Sementara itu, indeks harga properti rumah tapak menunjukkan peningkatan sebesar 0,6 persen secara kuartalan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti perumahan rumah.com
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top