Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementan: Stok Gula Nasional Cukup hingga Juli 2021

Kementan memastikan stok gula nasional masih mampu untuk mencukup kebutuhan hingga Juli 2021 atau tiga bulan ke depan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Mei 2021  |  18:37 WIB
Pabrik Gula (PG) Mojo di Sragen, Jawa Tengah, milik PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). - JIBI/Pamuji Tri Nastiti
Pabrik Gula (PG) Mojo di Sragen, Jawa Tengah, milik PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). - JIBI/Pamuji Tri Nastiti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok gula nasional masih cukup hingga tiga bulan ke depan dengan jumlah persediaan saat ini sebanyak 717.447 ton.

Sekretaris Ditjen Perkebunan Kementan Antarjo Dikin mengatakan Ditjen Perkebunan menunjukkan ketersediaan gula nasional per April sebesar 717.447 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sejak Mei hingga Juli 2021.

"Kebutuhan gula saat ini rata-rata per bulan 229.478 ton, sehingga persediaan gula sebesar 717.447 ton cukup untuk tiga bulan ke depan," katanya, Sabtu (22/5/2021).

Dia menuturkan persediaan gula hingga 16 Mei 2021 tersebar di beberapa pihak yakni pabrik gula 226,967 ton (32 persen), pedagang 151,594 ton (21 persen), petani 10,143 ton (2 persen) dan paling banyak tersebar di pasar dan rumah tangga yakni 328,743 ton (46 persen).

Antarjo menambahkan ketersediaan gula yang cukup untuk beberapa waktu ke depan memberikan kesempatan petani tebu untuk mengolah kebun tebunya.

"Sekarang ini masih belum masuk proses panen tebu. Juni baru akan tebang pohon tebu. Biasanya Agustus puncak persediaan gula. Sebelumnya, puasa dan Lebaran kemarin kami semua sempat mengkhawatirkan produksi gula mengingat belum masuk musim panen tebu. Ada impor gula, tetapi hanya untuk cadangan untuk antisipasi kalau terjadi gejolak permintaan gula," tuturnya.

Gula menjadi perhatian penting Kementerian Pertanian sehingga memasukkan swasembada gula menjadi program Super Prioritas Ditjen Perkebunan.

Program tersebut diupayakan melalui identifikasi target areal intensifikasi 200.000 hektare dan ekstensifikasi 50.000 hektare, peningkatan kapasitas pabrik gula, target produksi 678.000 ton (intensifikasi ekstensifikasi), penyiapan plasma dalam kemitraan Pabrik Gula (PG) BUMN dan swasta serta penyiapan benih untuk swasembada gula konsumsi (provitas 83-100 ton hektare kultur jaringan dan SE).

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong jajaran Ditjen Perkebunan menyusun langkah konkret swasembada gula konsumsi pada perencanaan pembangunan subsektor perkebunan 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula kementan

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top