Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi Menteri Investasi Menarik Investor ke KEK Palu

Menurut Bahlil, permasalahan yang dihadapi oleh KEK Palu saat ini yaitu terkait dengan infrastruktur dan tenant.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  18:49 WIB
Ini Strategi Menteri Investasi Menarik Investor ke KEK Palu
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya mendorong investasi melalui sektor-sektor prioritas yang memiliki nilai tambah dan hilirisasi industri, salah satunya melalui pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Pada Rabu (19/5/2021) Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan langsung perkembangan KEK Palu. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi KEK Palu dan membuat formulasi yang diperlukan untuk mendorong percepatan pengisian tenant.

Menurut Bahlil, permasalahan yang dihadapi oleh KEK Palu saat ini yaitu terkait dengan infrastruktur dan tenant.

“Perlu ada formulasi kebijakan untuk menarik tenant ke KEK Palu. Ini harus kita selesaikan. Bila perlu kita akan membuat kebijakan investasi yang memberikan insentif lebih dibandingkan KEK lain, karena KEK Palu ini masuk dalam PSN [Proyek Strategis Nasional],” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (19/5/2021).

Adapun, KEK Palu di Provinsi Sulawesi Tengah merupakan kawasan pertama yang didesain pemerintah sebagai pusat logistik terpadu dan industri pengolahan pertambangan di koridor ekonomi Sulawesi.

Saat ini, telah ada 6 tenant yang menempati 400 hektare, dari total 1.500 hektare lahan yang tersedia. Adapun, 6 tenant tersebut bergerak di sektor industri aspal, keramik, furnitur, pertanian dan pengolahannya.

Bahlil optimistis pengembangan KEK Palu dapat berjalan baik seperti Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah. Salah satu formulasi yang digunakan yaitu dengan tidak meninggikan harga lahan dan memberikan insentif kepada investor.

“Tanahnya jangan dibuat mahal, izinnya diurus oleh negara, insentifnya kita kasih. Jadi jangan investor datang merasa takut duluan,” jelas Bahlil. 

Adapun, rencana pembangunan KEK Palu ini mencapai Rp8,7 triliun, dengan rencana investasi yang masuk sebesar Rp92,4 triliun. Ke depan, KEK Palu diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 97.500 pekerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi kek bahlil lahadalia
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top