Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Bakal Stop Impor LPG 2027, Simak Strateginya

Pengurangan ketergantungan pada impor LPG akan dilakukan dengan menjalankan sejumlah proyek yang akan menggantikan penggunaan LPG di dalam negeri.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  14:58 WIB
Petugas Pertamina Delivery Service (PDS) untuk pembelian produk BBM, LPG dan Pelumas. - Istimewa / Pertamina
Petugas Pertamina Delivery Service (PDS) untuk pembelian produk BBM, LPG dan Pelumas. - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) optismistis untuk bisa menyetop impor liquefied petroleum gas atau LPG pada 2027 dengan program gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan untuk mengatasi defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit) akibat masih tingginya impor energi. Pada sisi lain, Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya domestik besar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi.

Pertamina telah memiliki tiga program prioritas sebagai bagian dari implementasi transisi energi sekaligus ekonomi hijau.

Nicke mengatakan untuk pengurangan ketergantungan pada impor LPG, Pertamina menjalankan proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) yang akan menggantikan penggunaan LPG di dalam negeri.

“Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan batu bara terbesar berpeluang baik untuk melakukan gasifikasi batu bara menjadi DME. Kami yakin dengan pengembangan DME ini dapat mencapai target pemerintah untuk bebas impor LPG pada tahun 2027,” kata Nicke dalam keteranganya, Senin (17/5/2021).

Selain pengurangan impor LPG, Pertamina telah menjalankan program penurunan impor BBM jenis Solar, melalui implementasi Biodiesel B20 sejak sejak tahun 2016 dan dilanjutkan dengan B30 pada 2019.

“Dengan program ini, Pertamina telah berhasil mengurangi impor solar secara signifikan. Bahkan mulai April 2019, Pertamina sudah tidak lagi mengimpor BBM jenis solar,” jelasnya.

Nicke melanjutkan bahwa program ketiga yaitu penurunan impor BBM jenis Gasoline atau bensin, Pertamina akan mencampur metanol dan etanol. Metanol dapat diproduksi dari natural gas ataupun gasifikasi batu bara dan Etanol pun dapat diproduksi dari gasifikasi batu bara ataupun sumber bio-etanol lainnya.

Sementara itu, untuk menjamin keberlangsungan dari lini bisnis yang ada dan mengatasi isu lingkungan dari gasifikasi batu bara ini, tambah Nicke, secara bersamaan Pertamina juga menerapkan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya Enhance Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara.

Pertamina telah menjajaki potensi kerjasama dengan Exxonmobil dan sedang melakukan kerjasama study CO2 injection di lapangan eksplorasi Gundih dan di lapangan eksplorasi Sukowati berkolaborasi dengan beberapa mitra lain.

“Melalui pemanfaatan carbon capture yang terintegrasi dengan proyek DME, Pertamina yakin dapat menekan emisi karbon hingga 45 persen,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi pertamina lpg
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top