Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indef: Ekosistem Ultramikro Bisa Kurangi UMKM yang Pinjam ke Lembaga Keuangan Non-Formal

Salah satu fungsi dari ekosistem tersebut merupakan pemberian dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha agar dapat beroperasi hingga naik kelas.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  22:26 WIB
Stand pameran di acara UMKM Gayeng Monco Negoro di Mal Paragon Semarang, Rabu (28/4 - 2021). Acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah secara hybrid di Semarang dan Singapura. (Foto: Istimewa)
Stand pameran di acara UMKM Gayeng Monco Negoro di Mal Paragon Semarang, Rabu (28/4 - 2021). Acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah secara hybrid di Semarang dan Singapura. (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Direktur Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan banyak UMKM yang membutuhkan fasilitas kredit untuk pembiayaan namun tidak mendapatkan akses ke lembaga keuangan formal. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 69,02 persen UMKM membutuhkan modal usaha.

Eko menyebut karena tidak mendapatkan akses ke lembaga formal, maka banyak juga pelaku usaha yang beralih ke lembaga keuangan non-formal. Meskipun, pinjaman tersebut memiliki bunga pinjaman yang sangat tinggi.

“Tetapi mereka tetap aja [meminjam] karena tidak ada alternatif lain,” jelas Eko dalam diskusi virtual, Senin (10/5/2021).

Maka itu, Eko mengatakan rencana pembentukan ekosistem ultramikro oleh pemerintah diharapkan dapat mengurangi jumlah pelaku usaha yang meminjam ke lembaga keuangan non-formal untuk pembiayaan usaha. Pasalnya, salah satu fungsi dari ekosistem tersebut merupakan pemberian dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha agar dapat beroperasi hingga naik kelas.

Tidak hanya pembiayaan, UMKM juga membutuhkan lebih banyak pelaku usaha atau penguasaha. Ekonom UI Ninasapti Triaswati mengungkapkan persentase wirausaha yang ada di Indonesia masih berada di bawah negara-negara tetangga. Misalnya, Malaysia memiliki persentase wirausaha sebesar 4,7 persen, sedangkan Indonesia hanya memiliki 3,47 persen.

Selain adanya pelaku usaha, Ninasapti juga menyebut faktor supply chain juga dibutuhkan untuk mendorong usaha naik kelas, mulai dari mikro hingga naik ke menengah.

“Pemerintah ingin [UMKM] naik kelas, berarti harus mendorong usaha mikro ke menengah. Tidak hanya pembiayaan, namun juga supply chain atau mendorong keterkaitan antar sektor,” jelas Ninasapti.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm indef
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top