Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sentimen Kepercayaan Bisnis Australia Pecahkan Rekor Baru

NAB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepercayaan bisnis naik menjadi 26 poin dari 17 poin yang direvisi naik pada Maret. Indeks yang mengukur perekrutan, penjualan dan keuntungan, melonjak menjadi 32 poin dari 24 yang direvisi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  10:19 WIB
Suasana di Kantor Reserve Bank of Australia -  Bloomberg
Suasana di Kantor Reserve Bank of Australia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen kepercayaan sektor bisnis Australia memecahkan rekor baru pada April, seiring dengan pemulihan di Negeri Kanguru tersebut.

Alan Oster dari National Australia Bank Ltd. (NAB) menyebut indikator ketenagakerjaan, profitabilitas, dan perdagangan, semuanya melonjak.

NAB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepercayaan bisnis naik menjadi 26 poin dari 17 poin yang direvisi naik pada Maret. Indeks yang mengukur perekrutan, penjualan dan keuntungan, melonjak menjadi 32 poin dari 24 yang direvisi.

"Sepertinya kita telah melewati fase rebound dari pemulihan dan sekarang melihat pertumbuhan yang sehat di sebagian besar perekonomian," kata Oster, kepala ekonom di NAB, dilansir Bloomberg, Senin (10/5/2021).

Dia melanjutkan harapan untuk investasi bisnis dalam survei dan data Biro Statistik Australia akan semakin meningkat. Sentimen ini juga harus menghasilkan pertumbuhan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Reserve Bank of Australia memantau dengan cermat survei sentimen dan kemungkinan akan didorong oleh sinyal positif untuk investasi dan perekrutan yang lebih tinggi.

Bank sentral dan pemerintah memompa stimulus untuk membantu melindungi ekonomi dari pandemi dan telah berjanji untuk terus mendukung saat mereka berupaya mendapatkan lapangan kerja maksimum untuk menghidupkan kembali pertumbuhan upah dan inflasi.

RBA mengatakan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga setidaknya pada 2024 saat mencoba mencapai tujuan tersebut. Sementara itu, pemerintah diharapkan untuk mengumumkan lebih banyak infrastruktur dan pengeluaran perawatan lansia yang padat pekerjaan pada Selasa (11/5/2021) karena juga mempertahankan dukungan untuk perekrutan.

"Tekanan harga tampaknya meningkat dengan langkah-langkah survei cenderung lebih tinggi, tetapi untuk saat ini tindakan resmi dan prospek inflasi tetap lemah," kata NAB dalam rilisnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis australia pemulihan ekonomi

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top