Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

THR PNS Tak Dibayar Penuh, Ekonom Narasi Sebut Pemerintah Inkonsisten

Di satu sisi, pemerintah mendorong perusahaan swasta untuk memenuhi hak THR karyawannya secara penuh. Namun di sisi lain, THR ASN justru tidak dibayar secara penuh. Hal ini dianggap sebagai inkonsistensi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  17:25 WIB
Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian umum Sekretariat Pemerintah Kota Banda Aceh tengah beraktivitas di Banda Aceh, Aceh, Senin (10/6/2019). - ANTARA - Irwansyah Putra\r\n
Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian umum Sekretariat Pemerintah Kota Banda Aceh tengah beraktivitas di Banda Aceh, Aceh, Senin (10/6/2019). - ANTARA - Irwansyah Putra\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dinilai inkonsisten terkait dengan kebijakan tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) yang tidak dibayar penuh.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 63/2021, dana THR 2021 untuk ASN yang semula Rp45,4 Triliun turun menjadi Rp30,8 triliun karena tidak termasuk tunjangan kinerja di dalamnya.

Ekonom Senior Narasi Institute Fadhil Hasan mengatakan bahwa THR ASN yang tidak dibayar sepenuhnya tersebut sangat menunjukkan inkonsistensi pemerintah.

Di satu sisi, pemerintah mendorong perusahaan swasta untuk memenuhi hak THR karyawannya secara penuh. Namun di sisi lain, THR ASN justru tidak dibayar secara penuh.

“Pemerintah mendorong perusahaan swasta untuk memenuhi hak THR karyawannya secara penuh, tapi THR ASN tidak dibayar penuh, ini kan ada suatu perbedaan dan inkonsistensi dalam konteks ini,” katanya dalam Webinar, Jumat (7/5/2021).

Di samping itu, Fadhil menyampaikan pemotongan THR juga akan berdampak pada konsumsi masyarakat. Bahkan target pertumbuhan ekonomi pemerintah pada kuartal II/2021 yang sebesar 7 persen pun diperkirakan akan sulit tercapai.

“Saya kira dengan THR yang tidak penuh pada ASN dan THR perusahaan swasta yang masih banyak persoalan, saya kira dorongan terhadap konsumsi dan pertumbuhan di era kita sedang resesi tidak akan optimal,” jelasnya.

Padahal, menurutnya, salah satu instrumen yang dapat menggerakkan dan mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat pada kuartal kedua tahun ini adalah pemberian THR secara penuh.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebaran thr ASN
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top