Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Presiden Maduro Pakai Mata Uang Digital untuk Jaminan Sosial di Venezuela

Petro diperkenalkan pada 2018 sebagai alat untuk mendukung stabilitas ekonomi Venezuela dan beralih dari dolar AS pada saat terjadi gejolak ekonomi dan meningkatnya tekanan sanksi dari AS.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro./Antara/Reuters
Presiden Venezuela Nicolas Maduro./Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah mengumumkan bahwa jaminan sosial akan dihitung berdasarkan koin digital yang didukung minyak milik negara, petro.

Pasalnya, negara yang terkena sanksi itu menghadapi krisis ekonomi dan hiperinflasi yang parah.

“Saya dapat mengumumkan hari ini sebuah proposal yang telah saya setujui… yaitu untuk 'memompa' manfaat sosial dari pekerja publik di pusat, administrasi yang terdesentralisasi dan perusahaan publik negara, menyeimbangkan kembali mereka dengan petro [cryptocurrency],” Kata Maduro, berbicara di Caracas pada hari Sabtu (1/4/2021), dikutip dari RT.

Langkah itu dimaksudkan untuk 'melindungi' nilai sebenarnya dari pembayaran tersebut, menurut presiden.

Petro diperkenalkan pada 2018 sebagai alat untuk mendukung stabilitas ekonomi Venezuela dan beralih dari dolar AS pada saat terjadi gejolak ekonomi dan meningkatnya tekanan sanksi dari AS.

Tidak seperti bitcoin dan aset kripto terdesentralisasi lainnya yang tidak dipatok ke mata uang fiat atau sumber daya alam, petro didukung oleh cadangan minyak Venezuela. Nilai token ditetapkan pada US$60 atau 3.600 bolivar, kata bank sentral pada Agustus 2018.

Caracas telah mencoba untuk memastikan adopsi yang lebih luas dari cryptocurrency Venezuela. Tahun lalu, Maduro mengumumkan bahwa semua bahan bakar untuk penerbangan ke luar negeri hanya dapat dibeli dengan petro, namun masih belum jelas apakah tindakan tersebut akan berlaku untuk semua maskapai penerbangan atau terbatas pada maskapai domestik.

Dia juga mengatakan bahwa token tersebut harus digunakan untuk layanan pemrosesan dokumen negara. Negara itu juga pindah untuk menerima pembayaran pajak dan pembelian bensin dalam petro, sementara pegawai publik sebelumnya ditawari bonus Natal mereka dalam bentuk token digital.

Adopsi mata uang digital yang didukung pemerintah terjadi pada tahun ketika inflasi di Venezuela mencapai lebih dari 130.000 persen, menurut angka bank sentral, dan semuanya terjadi di tengah depresiasi yang cepat dari mata uang lokal, bolivar.

Kecenderungan inflasi telah melambat sejak saat itu, tetapi masih diproyeksikan mencapai 5.500 persen pada akhir tahun 2021, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hadijah Alaydrus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper