Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serapan Bulog Masih Kurang, Porsi Komersial Perlu Diperbanyak

Penyerapan stok komersial dalam jumlah besar perlu dilakukan Bulog agar harga di hulu tetap stabil, terutama saat produksi masih tinggi.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  19:54 WIB
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog disarankan untuk mulai mengincar stok beras komersial ketika target pengadaan telah terealisasi dan stok cadangan beras pemerintah (CBP) berhasil mencapai 1,5 juta ton.

Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa menilai penyerapan stok komersial dalam jumlah besar perlu dilakukan Bulog agar harga di hulu tetap stabil, terutama saat produksi masih tinggi.

“Target stok 1,5 juta ton akhir Mei bisa tercapai. Namun, serapan Bulog masih sangat kurang dan besaran volumenya belum membantu petani dalam menjaga harga. Karena itu saya sarankan Bulog mulai mengincar beras komersial,” katanya, Selasa (4/5/2021).

Dwi mencatat stok Bulog yang berstatus komersial hanya mencapai 26.000 ton pada penghujung April. Volume tersebut cenderung masih kecil dibandingkan dengan total stok kelolaan Bulog.

Dia menyebutkan harga gabah kering panen (GKP) berpeluang merangkak naik pada Mei karena produksi yang mulai berkurang. Namun, Dwi memperkirakan kenaikan harga tidak akan terlalu signifikan bagi petani sehingga intervensi penyerapan tetap diperlukan.

“Jika Bulog ikut memperebutkan beras untuk komersial tentu bisa jadi insentif harga bagi petani. Makin banyak yang mencari makin baik harganya,” kata dia.

Data AB2TI menunjukkan bahwa harga gabah di 46 kabupaten sentra produksi padi pada April 2021 melanjutkan tren penurunan sejak September 2020. Harga GKP di tingkat petani bergerak dari Rp4.800 per kg pada September dan menyentuh level terendah pada Maret di kisaran Rp3.938 per kg. Harga GKP mulai naik pada April menjadi Rp3.989 per kg.

“Jadi, memang harga belum membaik di petani meski mulai naik pada April. Sementara untuk GKG [ gabah kering giling] terus turun dari Rp.5.342 per kg pada Januari 2021 menjadi Rp4.629 per kg pada April,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog Stok Beras
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top