Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Titik Balik Pasar Properti, Intiland Andalkan Proyek Perumahan

pasar properti tahun ini diyakini semakin menggeliat seiring dengan stimulus dan insentif kebijakan yang diluncurkan pemerintah.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 30 April 2021  |  13:56 WIB
Ilustrasi perumahan tapak. - Bisnis.com
Ilustrasi perumahan tapak. - Bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA – PT Intiland Development Tbk (DILD) tahun ini menargetkan marketing sales mencapai Rp2 triliun dengan fokus utama berasal dari penjualan segmen perumahan dan high rise di Surabaya maupun Jakarta dan Tangerang.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan pasar properti tahun ini diyakini semakin menggeliat seiring dengan stimulus dan insentif kebijakan yang diluncurkan pemerintah.

"Tahun ini bisa menjadi titik balik bagi pasar properti serta konsumen untuk melakukan pembelian dan investasi properti," ujarnya pada Jumat (30/4/2021).

Dia mengatakan pada 3 bulan pertama tahun ini saja, tren penjualan properti Intiland meningkat tajam dengan teralisasi Rp310 miliar pada kuartal I/2021 atau naik 165 persen dibandingkan dengan kuartal I/2020 yang Rp117 miliar.

"Dari penjualan tersebut, Rp167 miliar atau 54 persen dikontribusi proyek di Surabaya, kemudian Rp143 miliar atau 46 persen proyek dari Jakarta dan Tangerang," ujarnya.

Berdasarkan segmen pengembangannya, lanjut Archied, kawasan perumahan berhasil memberikan kontribusi marketing sales paling besar yakni Rp222 miliar atau 72 persen, disusul dari segmen pengembangan kawasan industri  Rp59 miliar atau 19 persen, serta segmen pengembangan mixed-use and high rise Rp29 miliar atau 9 persen.

Menurut Archied, sejak akhir tahun lalu minat beli properti oleh konsumen sudah mulai berangsur membaik, terutama terjadi pada penjualan produk perumahan khususnya di segmen pasar menengah.

"Untuk antisipasi perubahan itu, ke depan kami menyiapkan program promo spesial dan meluncurkan beberapa produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” tuturnya.

Untuk tahun ini, perseroan akan lebih fokus pada penjualan inventori atau stok unit di sejumlah proyek perumahan dan apartemen. Namun demikian, perseroan juga tetap melihat ceruk dan potensi pasar untuk peluncuran proyek-proyek baru dengan mempertimbangkan faktor risiko secara hati-hati.

Pada 2020, Intiland membukukan pendapatan usaha Rp2,89 triliun. Jumlah itu naik Rp154,3 miliar atau 5,3 persen dibandingkan dengan pencapaian  2019 sebesar Rp2,74 triliun. Sementara itu, kinerja laba bersih mencapai Rp76,8 miliar atau turun 69 persen dibandingkan 2019 yakni Rp251,4 miliar.

Perolehan pendapatan usaha tahun lalu didorong oleh peningkatan penjualan dari segmen pengembangan mixed-use and high rise yang telah selesai masa pembangunannya.

Dia menambahkan development income masih memberikan kontribusi terbesar yakni mencapai Rp2,3 triliun atau 79,6 persen dari keseluruhan. Nilai pendapatan pengembangan ini meningkat sebesar 8,2 persen dibandingkan dengan 2019 senilai Rp2,1 triliun.

Sementara itu, recurring income memberikan kontribusi Rp589,1 miliar atau 20,4 persen. Pendapatan usaha dari segmen ini turun 5,7 persen dibandingkan dengan 2019 yakni Rp623,1 miliar.



Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti intiland
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top