Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Buy The Service Bakal Hadir di Kota Bogor

Program Buy The Service bakal hadir di Kota Bogor untuk membantu menekan tingkat kemacetan yang terjadi di kota tersebut.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 28 April 2021  |  14:40 WIB
Kendaraan roda empat menggunakan jalur
Kendaraan roda empat menggunakan jalur "contraflow" menuju arah Sukabumi di pintu keluar Tol Jagorawi KM 44, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2020). Tingginya volume kendaraan menuju Puncak Bogor menyebabkan jalur menuju arah Sukabumi tersendat sehingga Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO - Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bakal melakukan penataan lalu lintas dan angkutan perkotaan melalui skema pembelian layanan Buy The Service (BTS) di Kota Bogor. Kehadiran angkutan umum massal bersubsidi ini diharapkan mampu mengatasi kemacetan yang terjadi di kota tersebut.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan pengadaan layanan BTS ini berdasarkan kepada pengalaman yang terjadi di Jabodetabek dimana banyak sekali masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sehingga menimbulkan kemacetan luar biasa dan tidak tertatanya transportasi publik dengan baik.

"Akibat berikutnya terjadi pemborosan bahan bakar dengan 2,2 juta liter per hari di enam kota metropolitan dan yang paling penting adalah masyarakat kehilangan waktu [karena macet], nilai waktunya ini sangat mahal," katanya dalam diskusi daring, Rabu (28/4/2021).

Selain itu dia menyebut ujung dari tren kemacetan lalu lintas ini adalah kerugian ekonomi negara yang mencapai Rp71,4 triliun per tahun. Belum lagi dari aspek lingkungan sehingga mengurangi kualitas hidup.

Dia menjelaskan, pelaksanaan program BTS ini mengacu kepada sejumlah aturan berupa UU No.22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, PP No.74 tentang angkutan jalan, dan terutama menyangkut PM No.9/2020 tentang pemberian subsidi angkutan umum perkotaan.

"Adapun dengan BTS ini angkutan massal diharapkan dapat menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat dan tentunya ini menjadi tanggung jawab pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, mengingat kehadiran BTS di Kota Bogor ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan, maka dibutuhkan konversi angkutan kota dengan menyiapkan mekanisme konversi.

Bukan itu saja, menurut Polana juga dibutuhkan bantuan pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi berupa kampanye agar masyarakat mau menggunakan angkutan umum BTS tersebut.

"Yang terakhir diharapkan pemerintah daerah juga membuat kebijakan prioritas dimana intinya adalah memprioritaskan angkutan umum lebih baik daripada angkutan pribadi," imbuhnya.

Sebelumnya, layanan BTS telah lebih dulu hadir di sejumlah kota seperti Palembang, Yogyakarta, Medan, Surakarta, hingga Bali. Kehadiran program angkutan jalan ini disambut antusias oleh masyarakat. Hal ini ditandai dengan jumlah perjalanan masyarakat yang diakomodir sudah mencapai atau menembus 1 juta perjalanan.

Selain kota-kota tersebut, salah satu yang menjadi target selanjutnya adalah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dengan Bogor menjadi kota percontohan pertama. Jika Bogor selesai, maka BTS akan dikembangkan di wilayah Jabodetabek lainya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top