Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Autonomous Rail Rapid Transit Butuh Perpres dan PM

Proyek Autonomous Rail Rapid Transit dinilai membutuhkan aturan setingkat perpres dan PM yang menjadi wadah pengaturan penyelenggaraannya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 April 2021  |  16:10 WIB
Ilustrasi. Potret kereta cepat melintas di China. - www.chinadiscovery.com
Ilustrasi. Potret kereta cepat melintas di China. - www.chinadiscovery.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pembuatan Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri (PM) terkait dengan trem otonom (Autonomous Rail Rapid Transit/ART) membutuhkan waktu dan tahapan yang tidak singkat sehingga perlu segera dilakukan inisiasinya.

Dosen dan Peneliti Perkeretaapian Institut Teknologi Bandung (ITB) Yunendar Aryo Handoko mengatakan pembangunan ART dapat dikategorikan dalam transportasi perkeretaapian. Produk hukum yang menjadi pilihan untuk menjadi wadah pengaturan penyelenggaraannya adalah PP karena penyelenggaraannya melibatkan beberapa Kementerian/Lembaga (K/L). Selain itu juga merupakan moda transportasi baru yang belum diatur oleh Undang – Undang (UU).

Dia menjabarkan sebaiknya muatan materi dalam Perpres terkait dengan Trem Otonom harus mencakup pemetaan pihak penyelenggara TO, Kewenangan pihak tersebut, Sarana dan prasarana TO, Manajemen dan rekayasa lalU lintas TO, Manajemen SDM, Badan pengelola TO hingga peraturan lain yang menjadi prioritas. Diantaranya PM Perhubungan.

Sesuai dengan PP No. 56/2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian, maka muatan materi Peraturan Menteri Perhubungan juga mencakup spesifikasi teknis TO, Persyaratan umum/teknis, Persetujuan spesifikasi teknis TO, Sarana TO sesuai Perpres yang dibuat. Selain tentunya di dalamnya juga harus memuat Standar, Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Kelaikan TO yang memuat jenis pengujian dan pelaksanaan pengujian.

“Rekomendasi kami dibuatkan Perpres, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah/Gubernur, yang dapat mewadahi Trem Otonom. Khusus untuk pelaksanaan pilot project ART harus dibuat produk hukum Peraturan Gubernur,” ujarnya, Selasa (27/4/2021).

Dia juga menjabarkan teknologi yang digunakan ART bukan merupakan teknologi yang benar-benar baru di dunia. Sebagian besar teknologi komponen penyusun TO/ART sudah siap di pasar langsung diterapkan, tetapi pada level integrasi masih perlu diuji dan disesuaikan implementasinya dengan kondisi operasi yang ada.

Adapun kriteria utama yang harus dipenuhi sebelum TO dioperasikan adalah teknologi atau komponen sarana yang akan diimplementasikan telah memenuhi persyaratan teknis dan standar yang sudah melewati rangkaian pengujian yang disyaratkan, termasuk uji integrasi (combine test). Fasilitas Operasi pendukung telah memenuhi persyaratan teknis dan diuji sesuai dengan standar. Serta SOP dan operator telah memenuhi kelayakan dan persyaratan yang ditentukan

Dia juga memberikan rekomendasi Pra Studi Kelayakan Angkutan Umum Massal Bali Selatan. Menurutnya baik LRT maupun Trem Otonom (ART) dapat menjadi alternatif utama. Jika Trem Otonom (ART) akan dioperasikan pada keseluruhan rute/trase yang diusulkan, maka moda tersebut akan memerlukan pembangunan infrastruktur, baik dibangun di darat atau at grade, melayang atau elevated maupun di bawah tanah atau underground.

Dengan melihat kondisi sosial budaya di Bali di mana banyak tempat-tempat suci di rumah warga yang tidak boleh dilewati oleh suatu angkutan umum di atasnya (pura, merajan/sanggah), maka sebagian besar trase ART perlu dibangun secara underground.

Untuk menekan biaya investasi awal maka salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan berbagi rute /trase dengan moda angkutan umum lainnya yang akan beroperasi. Sebagai contoh, pada Jl. By Pass-Ngurah Rai, sharing rute atau trase dapat dilakukan untuk moda ART.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top