Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Pertamina EP Terseok, Lifting Migas Nasional Tertinggal

Tidak tercapainya realisasi lifting gas bumi juga salah satunya disebabkan tidak tercapai produksi Pertamina EP.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 April 2021  |  19:36 WIB
Penambangan migas di daratan. - Bisnis
Penambangan migas di daratan. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyebut salah satu faktor tidak tercapainya target produksi sepanjang kuartal I/2021 karena tidak tercapainya kinerja PT Pertamina EP.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dari realisasi lifting minyak bumi per Maret 2021, secara nasional mencatatkan pada kisaran 680.000 barel per hari sehingga terdapat jarak sekitar 25.000 barel.

Dari jarak itu, Pertamina EP menyumbang kekurangan sebesar 10.000 barel per hari, sedangkan 10.000 lainnya disumbangkan oleh PT Mobil Cepu Ltd.

"Memang saat ini kita realisasinya sekitar 680 [608.000 barel per hari] dan target 705 [705.000 bph] jadi 20.000 dengan 10.000 dari Pertamina EP next-nya dari Mobil Cepu di mana Mobil Cepu terjadi kenaikan air yang melebihi dari ekspektasi kita di awal sehingga perbendaan gap produksi dari target APBN sekitar 6.000 kemudian yang lain-lain sehingga total 25.000 gap saat ini," katanya, Senin (26/5/2021).

Sementara itu, tidak tercapainya realisasi lifting gas bumi juga salah satunya disebabkan tidak tercapai produksi Pertamina EP. Selain itu, perbedaan asumsi terkait dengan selesainya proyek Tangguh Train-3 menyebabkan realisasi lifting gas tidak tercapai.

Dwi mengatakan, dalam asumsi tersebut proyek Tangguh Train-3 diasumsikan rampung pada awal tahun ini, tapi dalam perjalanannya proyek itu dinyatakan bergeser hingga akhir tahun ini dan tidak menutup kemungkinan dapat rampung pada tahun depan.

"BP Tangguh karena waktu di APBN diasumsikan Tangguh 3 sudah onstream 2021, tapi agak geser pada akhir tahun atau pada awal tahun 2022 sehingga ada perbendaan ekspektasi onstream Tangguh 3, yang lain di Pertamina EP," ungkapnya.

Adapun, realisasi produksi minyak bumi Pertamina EP sepanjang kuartal I/2021 tercatat 75.503 bopd atau 86,5 persen dibandingkan dengan target APBN 79.209 bopd. Sementara itu, realisasi salur gas Pertamina EP pada kuartal I/2021 sebesar 699 MMscfd atau 99,8 persen dibandingkan dengan target APBN 700 MMscfd.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas skk migas
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top