Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Relaksasi Ekspor Konsentrat Mineral Mendesak, Demi Kerek Penerimaan Negara

Relaksasi ini merupakan upaya mendesak pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara di masa pandemi Covid-19, meski langkah tersebut cenderung inkonsisten terhadap komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi mineral di dalam negeri.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 21 April 2021  |  06:40 WIB
Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id
Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan kelonggaran pengajuan volume ekspor produk konsentrat mineral tertentu hingga akhir tahun ini.

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo memandang bahwa kebijakan tersebut merupakan upaya mendesak pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara di masa pandemi Covid-19, meski langkah tersebut cenderung inkonsisten terhadap komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi mineral di dalam negeri.

"Kalau menurut saya, kembali lagi kita akan konsisten terhadap roadmap yang ada atau tidak. Kalau kita tegas dari sisi komitmen amanah undang-undang dan roadmap karena kita tahu target pembangunan smelter sampai 2024 sebanyak 53 smelter, saya lihat roadmap pembangunan smelter harus diperjuangkan," ujar Singgih kepada Bisnis, Senin (19/4/2021).

Namun demikian, dia tidak bisa menyalahkan kebijakan pemerintah tersebut mengingat kondisi pandemi Covid-19 telah menekan keuangan negara. Tidak heran bila pemerintah kemudian mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan negara.

"Saya lebih melihat ini sikap pemerintah akibat tekanan ekonomi sehingga ada keinginan untuk mendapatkan pendapatan atau devisa dalam bentuk dolar," katanya.

Adapun, melalui Keputusan Menteri ESDM No. 67.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Pemberian Rekomendasi Penjualan ke Luar Negeri Produk Mineral Tertentu pada Masa Pandemi Covid-19, pemerintah memberikan kelonggaran pengajuan volume ekspor produk konsentrat mineral tertentu hingga akhir tahun ini.

Komoditas mineral yang diberikan kelonggaran antara lain konsentrat besi, timbal, seng, mangan, timah, zirkonium, zirkon, dan washed bauxite.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Sugeng Mujiyanto mengatakan bahwa berdasarkan Kepmen yang ditetapkan pada 6 April 2021 tersebut, pelaku usaha dapat mengajukan tambahan volume ekspor dengan merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) terlebih dahulu.

"Kepmen No. 67 lebih kepada kelonggaran volume ekspor selama 1 tahun ini dengan penyesuaian RKAB," ujar Sugeng kepada Bisnis, baru-baru ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerimaan negara ekspor konsentrat
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top