Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Gotong Royong Pakai Vaksin Sputnik dan Sinopharm?

Saat ini terdapat 17.500 perusahaan dengan peserta hampir 9 juta orang yang akan masuk ke dalam Program Vaksinasi Gotong Royong.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 20 April 2021  |  17:09 WIB
Suasana vaksinasi untuk pelaku UMKM di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Kamis (01/04).  - Bisnis.com/Laurensia Felise\r\n
Suasana vaksinasi untuk pelaku UMKM di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Kamis (01/04). - Bisnis.com/Laurensia Felise\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Proses impor vaksin Covid-19 produksi Sinopharm dan Sputnik V belum dimulai meskipun keduanya dipastikan akan digunakan untuk program Vaksinasi Gotong Royong.

Juru Bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan importasi vaksin dari produsen asal China dan Rusia tersebut masih menunggu keputusan dari pemerintah.

“Sampai dengan saat ini belum ada proses importasi untuk vaksin program Vaksinasi Gotong Royong. Masih menunggu keputusan dari pemerintah,” ujarnya, Selasa (20/4/2021).

Namun demikian, proses impor vaksin tersebut sepertinya tidak akan menemukan kendala berarti. Sebab, baik Sinopharm maupun Sputnik V tidak termasuk ke dalam jenis vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.

Berdasarkan Permenkes No.10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandmemi Covid-19, vaksin yang digunakan untuk program Vaksinasi Gotong Royong harus berbeda dengan yang digunakan dalam program vaksinasi nasional.

Sebelumnya, Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani memastikan vaksin buatan Sinopharm dan Sputnik V dipilih untuk digunakan dalam program yang diinisiasi oleh kalangan pelaku usaha tersebut.

Kadin berharap pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong menjadi langkah yang paling efisien bagi dunia usaha. Dengan kata lain, memberikan vaksin sebagai pencegahan kepada pekerja dinilai akan lebih murah dibandingkan dengan mengeluarkan biaya untuk pengobatan.

Dalam pendataan yang dilakukan untuk program Vaksinasi Gotong Royong, saat ini terdapat 17.500 perusahaan dengan peserta hampir 9 juta orang.

Pendataan yang dilakukan akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dilakukan verifikasi. Tujuannya, memastikan peserta yang sudah masuk dalam program pemerintah tidak bisa diikutsertakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin Vaksin Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top