Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kajian INACA & Unpad: Penerbangan Internasional Diprediksi Baru Pulih 2023

Kajian dilakukan untuk mengetahui kebijakan dan regulasi apa saja yang diperlukan untuk mendukung pemulihan sektor penerbangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2021  |  08:49 WIB
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\n
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kajian White Paper National Air Carriers Association (INACA) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) memperkirakan industri penerbangan internasional pulih lebih lama ketimbang penerbangan domestik. Industri penerbangan internasional diperkirakan baru bangkit pada 2023.

“Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, pemulihan sektor penerbangan diprediksi akan mulai membaik pada awal 2022 untuk penerbangan domestik dan akhir 2023 untuk penerbangan internasional,” ujar pakar dan peneliti Hukum Penerbangan dan Pembiayaan Pesawat Udara Unpad, Prita Amalia, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Kajian dilakukan untuk mengetahui kebijakan dan regulasi apa saja yang diperlukan untuk mendukung pemulihan sektor penerbangan. Hasil kajian mengacu pada pembahasan pihak eksternal dalam kegiatan forum group discussion (FGD) yang diselenggarakan pada Februari hingga April 2021.

Prita menjelaskan kajian ini mempertimbangkan aspek kesehatan terkait pengaturan vaksin dan pendistribusiannya. Di samping itu, kajian melihat aspek stimulus ekonomi ihwal dukungan pemerintah untuk sektor transportasi udara dan regulasi pembatasan pergerakan penumpang pesawat serta kapasitas penerbangan.

"Dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan dan regulasi dibutuhkan sebagai strategi pemulihan sektor penerbangan, seperti bantuan fiskal untuk pengurangan beban operasional," katanya.

Data Internasional Civil Aviation Organization (ICAO) menunjukkan pada 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang sebesar 59-60 persen untuk skala penerbangan global. Sedangkan The International Air Transport Association (IATA) menghitung penurunan pendapatan maskapai pada tahun lalu mencapai 54,7 persen secara year on year.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja merinci pergerakan angkutan pesawat pada 2020 turun 43 persen dari sebelumnya 2,1 juta menjadi 1,2 juta. Sedangkan pergerakan penumpang turun 70 persen dari 91,6 juta menjadi 35,4 juta. Penurunan kinerja juga terjadi untuk angkutan kargo sebesar 65 persen dari 1,1 juta ton menjadi 429 ribu ton.

Denon berharap kajian INACA dapat membantu para pengambil keputusan bergerak cepat. “Ini akan membantu pemerintah, maskapai penerbangan, serta stakeholder penerbangan lainnya dalam menyusun berbagai strategi dan intervensi untuk memulihkan sektor penerbangan selama dan pasca-pandemi Covid-19," tutur Denon.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan maskapai penerbangan inaca Covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top