Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Rumah dengan KPR

Bagi Anda yang tengah berencana membeli rumah dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR), silakan perhatikan beberapa hal sebelum mengajukan permohonan KPR.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 16 April 2021  |  14:59 WIB
Foto udara perumahan di Ciwastra, Bandung, Jawa Barat./Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di Ciwastra, Bandung, Jawa Barat./Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Membeli rumah bisa melalui cara kredit pemilikan rumah (KPR). Namun, untuk membeli rumah dengan cara KPR, penting untuk kamu mempelajari terlebih dahulu seluk-beluk bank KPR yang akan dipilih.

Pasalnya, apabila sudah sekali menjatuhkan pilihan pada bank tertentu, akan menjadi mitra dalam waktu yang cukup panjang atau bahkan seumur hidup. Untuk itu, agar tidak menyesal kemudian, pilihlah bank yang memberikan keamanan dan kenyamanan.

Dikutip dari 99.co, ada beberapa tips penting yang harus diperhatikan sebelum memilih bank KPR.

Reputasi Bank

Reputasi atau kredibilitas bank dan tingkat kepercayaan menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan sebelum memilih bank untuk pengajuan KPR. Untuk dapat mengetahui bank mana yang paling recommended untuk dipilih ini bisa menanyakan hal tersebut kepada agen properti atau developer.

Segmentasi Pasar

Setiap bank memiliki segmentasi pembiayaannya. Sebelum mengajukan KPR, segmentasi pembiayaan ini cukup penting untuk diketahui. Oleh karena itu, diperlukan kriteria pembiayaan bank yang hendak diajukan KPR. Hal ini bisa menghindari dari penolakan pengajuan karena harga propetti yang diajukan tidak sesuai dengan segmen pembiayaan yang dicari bank.

Persyaratan

Persyaratan pengajuan KPR yaitu KTP, NPWP, slip gaji, status karyawan, jumlah rekening terakhir di bank, dan lain sebagainya. Carilah bank yang cukup fleksibel untuk membantu melengkapi berbagai persyaratan itu.

Kemampuan Membayar

Rata-rata bank mensyaratkan yang hendak mengajukan KPR untuk minimal membayar 30 persen uang muka dari harga properti yang dibeli walaupun secara teori bank diizinkan memberi down payment (DP) 0 persen. Carilah properti yang memungkinkan uang mukanya dicicil beberapa kali.

Bunga KPR

Penting untuk ditanyakan apakah bunga yang diberlakukan bank pengajuan KPR adalah sistem tetap (fixed) atau dinamis (float). Hindari memilih bank yang terlalu cepat menaikkan suku bunga ketika suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-7 Day Reverse Repo Rate) naik. Pilih bank yang memberi tahu kenaikan bunga dan baru akan membebankan pada bulan berikutnya.

Negosiasi Harga Rumah dengan Bank

Saat memilih bank, perlu melakukan negosiasi appraisal harga rumah dengan rumus luas tanah x harga pasaran + luas bangunan x harga pasaran + harga strategis. Jika perhitungan ini dinilai masih kurang, lakukan perbandingan dengan bank terdekat untuk mendapatkan nilai yang sepadan. Lakukan tawar menawar sebaik mungkin.

Selain itu, negosiasi batas kredit. Sebab, ada bank yang menghitung nilai cicilan dari gaji terendah dalam satu tahun, akan tetapi ada pula bank yang perhitungannya dari rata-rata gaji

Perhatikan Biaya Administrasi

Berbagai biaya adminsitrasi yang harus dibayar adalah biaya provisi, administrasi bank, notaris/PPAT, pengecekan sertifikat, pengikatan jaminan, balik nama, dan biaya asuransi jiwa kredit dan kerugian kredit.

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui biaya-biaya ini agar pengaturan cash flow pembayaran uang muka ramah menjadi lebih mudah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top