Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Terimbas Covid-19, Proyek Apartemen Terhenti

Pembangunan proyek apartemen baru masih tersendat sebagai imbas dari kondisi bisnis properti secara keseluruhan yang masih tertekan akibat pandemi Covid-19 tak kunjung pergi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 15 April 2021  |  15:35 WIB
Deretan apartemen di Jakarta. - Reuters
Deretan apartemen di Jakarta. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyebutkan pasar apartemen atau kondominium masih terdampak pandemi Covid-19.

Head of Research JLL Yunus Karim menuturkan pada kuartal I tahun ini hanya terdapat satu proyek kondominium baru yang diluncurkan ke pasar sebanyak 500 unit yang menyasar kelas menengah ke bawah.

Secara umum, pasar kondominium pada awal tahun ini masih menunjukan tren yang sama dengan kuartal  sebelumnya.

"Pembeli end user relatif stabil, tetapi lebih cermat dan berhati-hati dalam memilih produk," ujarnya pada Kamis (15/4/2021).

Pada kuartal I tahun ini, penjualan kondominium tercatat 375 unit. Harga penjualan kondominium tidak mengalami kenaikan.

Kombinasi dari keterjangkauan harga, kemudahan cara bayar dan kedekatan dengan transportasi massal menjadi beberapa pertimbangan utama bagi pembeli.

"Kehati-hatian juga ditunjukkan oleh pengembang dalam meluncurkan produk baru terlihat dengan hanya satu proyek yang diluncurkan," tuturnya.

Secara umum bisnis properti sepanjang tahun lalu memang terpuruk sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Untuk tahun ini, muncul harapan bisnis properti membaik seiring dengan dimulainya vaksinasi Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top