Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Investasi di Industri Logam Dasar Meroket Tahun Lalu

Realisasi PMA terbesar berada di Sulawesi Tengah dengan nilai investasi mencapai US$5,6 miliar, sedangkan PDMN terbesar berada di Jawa Barat dengan nilai investasi Rp9,1 triliun.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 15 April 2021  |  17:11 WIB
Ilustrasi: Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id
Ilustrasi: Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi investasi industri logam dasar meningkat signifikan pada 2020.  

Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas BKPM Aries Indanarto menyampaikan bahwa realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) investasi industri logam dasar tahun lalu mencapai Rp92,2 triliun atau meningkat 58,15 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai Rp58,3 triliun.  

"Selama 4 tahun terakhir dari 2016—2020, ada peningkatan yang berarti pada 2020. Kontribusi PMA Rp85,3 triliun terhadap total Rp92,2 triliun nilai realisasi investasi 2020. Ini diperkirakan 2021 bisa meningkat lagi," ujar Aries dalam sebuah webinar, Kamis (15/4/2021).

Adapun, realisasi PMA terbesar berada di Sulawesi Tengah dengan nilai investasi mencapai US$5,6 miliar, disusul oleh Sulawesi Tenggara US$3,5 miliar, Maluku Utara US$3,3 miliar, Kepulauan Riau US$1,6 miliar, dan Banten US$1,1 miliar, sedangkan realisasi PDMN terbesar berada di Jawa Barat dengan nilai investasi Rp9,1 triliun.

"Kebanyakan [investasi] yang di luar Jawa itu integrated, biasanya pertambangan nikel dan smelternya dibangun di situ, seperti di Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. PDMN di Jawa lebih banyak sektor permurniannya saja, artinya penambangan lebih banyak di luar Jawa," kata Aries.

Dia menuturkan bahwa investasi pada pengembangan industri nikel akan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Pemanfaatan nikel akan didorong ke arah pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada sejumlah perusahaan global yang telah menyatakan rencana investasinya di sektor industri baterai listrik di indonesia.

Investor global tersebut antara lain, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) telah berkomitmen untuk berinvestasi senilai US$5,2 miliar dan LG Energy Solution senilai US$9,8 miliar pada industri baterai terintegrasi,  BASF pada industri prekursor dan katoda, serta Tesla pada industri baterai untuk penyimpanan energi.

Perusahaan-perusahaan tersebut nantinya akan bekerja sama dengan BUMN (MIND ID, Pertamina, PLN, Antam), pengusaha nasional di daerah, dan UMKM.

Aries mengatakan bahwa investasi ini juga akan berdampak pada meningkatnya TKDN serta penyerapan tenaga kerja yang besar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan bkpm investasi asing
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top