Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Okupansi Pusat Perbelanjaan di Jakarta Kuartal I Cenderung Stabil.

Konsultan properti JLL mengungklapkan bahwa tingkat hunian pusat perbelanjaan sepanjang 3 bulan pertama tahun ini cenderung stabil.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 April 2021  |  14:38 WIB
Salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta tampak sepi pada masa pandemi Covid-19./Bisnis.com - Arief Hermawan
Salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta tampak sepi pada masa pandemi Covid-19./Bisnis.com - Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil penelitian konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) memperlihatkan bahwa tingkat okupansi pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta sepanjang kuartal I/2021 cenderung stabil.

"Kami melihat tingkat okupansi pusat perbelanjaan stabil di level 87 persen," kata Head of Research JLL Yunus Karim pada Kamis (15/4/2021).

Meski tetap terdapat penutupan toko, menurut dia, pembukaan toko cukup aktif terlihat di pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas.

Hal tersebut mulai terlihat angka positif pada tingkat serapan seluas 5.000 meter persegi yang didorong ekspansi yang dilakukan peritel makanan dan minuman, diikuti peralatan rumah tangga dan perlengkapan olahraga.

"Selain itu, kami melihat beberapa area bermain di pusat perbelanjaan sudah boleh dibuka hingga kapasitas 25 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Yunus.

Dari harga sewa jika pada tahun lalu terjadi penurunan sebesar 1,2 persen, namun pada tahun ini sudah menuju stabilisasi harga sewa di angka 0 persen.

Adapun mengenai terkait ketersediaan gerai di pusat perbelanjaan, saat ini terdapat stok sekitar 2,9 juta meter persegi dan hingga 2025 akan terdapat tambahan 300.000 meter persegi.

Sebelumnya, JLL mencatat tingkat keterisian atau okupansi pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta sepanjang 2020 mencapai 87 persen, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 90 persen.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 2020 untuk mencegah penularan Covid-19.

Pusat perbelanjaan sempat ditutup saat kebijakan PSBB. Mal baru diizinkan beroperasi kembali pada Juni 2020 secara terbatas baik kapasitas maupun jam operasionalnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat perbelanjaan

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top