Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Subsidi Ongkir, Bisa Hemat Biaya e-Commerce 20 Persen

Supply Chain Indonesia menilai subsidi ongkir bisa menghemat struktur biaya dari e-commerce hingga 20 persen
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 14 April 2021  |  08:48 WIB
Ilustrasi jasa kurir
Ilustrasi jasa kurir

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berencana menggelontorkan dana hingga Rp500 miliar untuk memberi subsidi ongkos kirim (ongkir) pada penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada H-10 dan H-5 Idulfitri dalam rangka memacu konsumsi masyarakat pada kuartal II/2021.

Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto menilai kebijakan tersebut dapat berdampak besar bagi para pengusaha e-commerce lokal. Pasalnya untuk ongkir sendiri, pengusaha bisa merogoh biaya 10-20 persen dari keseluruhan total biaya yang dikeluarkan e-commerce.

"[Subsidi ongkir] ini sangat besar nantinya dampaknya karena biaya ongkir itu kalau kita lihat dari struktur e-commerce itu antara 10-20 persen secara cost, cukup besar," katanya kepada Bisnis.com, Selasa (13/4/2021).

Khusus untuk kebutuhan pokok harian, dia menyebut sejauh ini baru sekitar 5 persen dari total transaksi yang dilakukan secara daring. Mayoritas masyarakat masih tetap memenuhi kebutuhannya dengan berbelanja di outlet-outlet offline.

Namun lanjutnya, dengan adanya rencana pemerintah untuk memberikan keringanan berupa gratis biaya pengiriman saat berbelanja di toko daring, dapat mendorong permintaan atau peningkatan kebutuhan yang luar biasa untuk produk lokal seperti sayuran dan makanan pokok produk lokal lainnya.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan dana Rp500 miliar untuk menyubsidi ongkos kirim dari pembelian barang melalui daring (online) pada Harbolnas yang berlangsung pada H-10 atau H-5 menjelang Idul Fitri 1422 Hijriah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/4/2021) mengatakan pemberian stimulus ini untuk meningkatkan konsumsi masyarakat dan mendorong penjualan daring untuk produk dalam negeri.

Airlangga mengatakan stimulus ini merupakan amanat Presiden Joko Widodo agar tetap menjaga tren pemulihan ekonomi sembari terus memulihkan aspek kesehatan masyarakat dari pandemi Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top