Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Organda: Pembatasan Truk Saat Long Weekend Tidak Efektif

Faktanya, menurut Organda, lonjakan volume kendaraan pada libur panjang akhir pekan terjadi karena kendaraan pribadi, bukan angkutan barang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 April 2021  |  10:59 WIB
Kendaraan di atas sumbu tiga atau truk diminta keluar dari tol Cipali untuk mengantisipasi lonjakan arus balik libur panjang, Minggu (4/4 - 2021). Bisnis/Kim Baihaqi
Kendaraan di atas sumbu tiga atau truk diminta keluar dari tol Cipali untuk mengantisipasi lonjakan arus balik libur panjang, Minggu (4/4 - 2021). Bisnis/Kim Baihaqi

Bisnis.com, JAKARTA — Organisasi Angkutan Darat (Organda) berharap pemerintah segera menemukan solusi pengaturan kendaraan pribadi pada musim libur panjang akhir pekan supaya tak harus mengorbankan angkutan barang yang kinerjanya terpukul oleh pandemi covid-19.

Ketua Organda Bidang Angkutan Barang Ivan Kamadjaja menuturkan pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan keberatan kepada pemerintah terkait dengan pembatasan pada saat long weekend. Dia menjelaskan padahal sebelumnya pembatasan hanya dilakukan setahun sekali pada masa lebaran saja.

“Otomatis berdampak pada pendapatan kami, sedangkan waktu kerja kami dibatasi yang menyebabkan biaya operasional naik, sedangkan bunga bank kan tidak ada liburnya. Kami berharap pemerintah dapat menemukan solusi untuk mengatur kendaraan pribadi,” ujarnya, Selasa (6/4/2021).

Sebab faktanya, lanjutnya, lonjakan volume kendaraan pada libur panjang akhir pekan terjadi karena kendaraan pribadi, bukan angkutan barang.

“Jadi menurut kami, pembatasan [angkutang barang] bukan solusi yang efektif,” tekannya.

Saat ini Organda hanya bisa menelan pil pahit dari kebijakan pemerintah membatasi angkutan barang truk sumbu tiga di jalan tol demi mengantisipasi arus balik kendaraan pribadi pada libur paskah pada tahun ini.

Oleh karena itu Ivan meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar lebih koordinatif dan informatif ketika melaksanakan kebijakan membatasi pergerakan angkutan barang pada libur panjang akhir pekan. Menurutnya pada hari peringatan wafatnya Isa Almasih kali ini  pemerintah kurang koordinasi sebab organda baru memperoleh informasinya pada pagi hari.

Ivan pun menilai kebijakan pembatasan ini pun menjadi bersifat situasional berdasarkan pantauan lonjakan kendaraan pribadi di lapangan selama liburan.

“Dampak pembatasan mendadak ini akan menambah waktu tempuh pengiriman barang selama 4-6 jam tergantung kondisi arus balik nantinya. Hal ini tentunya berdampak pada biaya operasional truk yang tidak mungkin dapat kami tagihkan ke pelanggan,” paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi logistik organda
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top