Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR: Kebakaran Kilang Balongan Jangan Pakai Alasan Konyol

Pertamina seharusnya bisa lebih aktif untuk memberikan segala informasi ke publik dengan berdasarkan data dan fakta yang komprehensif.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 02 April 2021  |  18:13 WIB
Api membumbung tinggi saat terjadi kebakaran di kompleks Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021) dini hari. - Antara
Api membumbung tinggi saat terjadi kebakaran di kompleks Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021) dini hari. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan PT Pertamina (Persero) untuk tidak terburu-buru untuk memberikan penyebab terbakarnya Kilang Balongan. Investigasi secara komprehensif masih harus dilakukan untuk mengusut kejadian itu.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan Pertamina jangan memberikan alasan-alasan yang tidak masuk akal atas kejadian yang terjadi di Kilang Balongan.

Menurutnya, Pertamina seharusnya memberikan informasi dan fakta yang dapat meyakinkan masyarakat agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi ke depannya.

"Jangan sampai kita mengulangi kasus sama yang terjadi di DKI Jakarta, terjadi pemadamanan masal Agustus 2020 yang disalahkan pohon sengon, ternyata tidak ada kaitan dan relevansinya, tentu juga sekarang ini kita tidak boleh mendahului investigasi dan menyalahkan petir, konyol namanya," katanya dalam webinar yang digelar pada Jumat (2/4/2021).

Eddy menambahkan, Pertamina seharusnya bisa lebih aktif untuk memberikan segala informasi ke publik dengan berdasarkan data dan fakta yang komprehensif.

Komisi VII DPR memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk melakukan investigasi. Perusahaan migas pelat merah itu dalam waktu dekat dijadwalkan untuk bertemu Komisi VII DPR untuk menjelaskan secara rinci terkait dengan peristiwa itu.

Di samping itu, pemulihan pada tangki-tangki penyimpanan BBM di Kilang Balongan dibutuh dengan cepat agar tidak mengganggu pasokan BBM.

"Fasilitas yang memegang peran strategis nasional itu memiliki protokol pengawasan dan keselamatannya sangat ketat, sehingga tidak bisa tidak, ruang untuk error sehingga untuk hal ini langkah pencegahnnya harus dirumuskan," ungkapnya.

Sementara itu, manajemen Pertamina berjanji memberikan sanksi tegas bila ditemukan adanya unsur kelalaian yang dilakukan pihak RU VI Balongan terkait ledakan tangki di Kilang Balongan.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto mengatakan  proses investigasi penyebab ledakan di RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu bakal dipercepat. 

Saat ini Pertamina telah membentuk tim investigasi internal yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina kilang minyak kilang balongan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top