Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Proyek Bandara Haji Muhammad Sidik

Menhub Budi Karya menjelaskan alasan pembangunan proyek Bandara Haji Muhammad Sidik yang baru diresmikan oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  18:43 WIB
Bandara Haji Muhammad Sidik di wilayah Desa Trinsing Kabupaten Barito Utara yang dijadwalkan beroperasi pada 2020 dilihat dari udara. - Antara
Bandara Haji Muhammad Sidik di wilayah Desa Trinsing Kabupaten Barito Utara yang dijadwalkan beroperasi pada 2020 dilihat dari udara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan tujuan pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik, Barito Utara, Kalimantan Tengah yang diresmikan oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin hari ini 30 Maret 2021.

Dia menyebut bandara yang dibangun sebagai pengganti Bandara Beringin yang sudah tidak dapat dikembangkan lagi karena terletak di tengah Kota dan keterbatasan lahan itu bertujuan untuk mendukung perdagangan yang terhubung dari Kalimantan Tengah dengan Provinsi Kalimatan Timur (khususnya Balikpapan dan Samarinda), Kalimantan Barat (Pontianak), Jawa Timur (Surabaya), DKI Jakarta, bahkan Sulawesi Selatan (Makassar).

“Bandara ini dibangun untuk melayani konektivitas masyarakat Kabupaten Barito Utara, baik penumpang maupun kargo, dan aktivitas ekonomi berupa pertambangan batu bara dan emas, serta mendukung lokasi penyangga food estate di Kalimantan,” ujarnya, Selasa (30/3/2021).

Budi menuturkan bahwa pembangunan dan pengembangan bandara merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, guna mendukung pergerakan manusia, barang dan jasa, serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

“Pengembangan bandara diharapkan akan membuka perekonomian, dan membangun wilayah 3TP [tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan],” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menilai Kalteng sebagai Provinsi terluas kedua di Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi khususnya transportasi udara.

“Maka dengan adanya Bandara Haji Muhammad Sidik diharapkan dapat menimbulkan titik-titik ekonomi baru di Kalteng dan sekitarnya,” kata dia.

Sekadar informasi, Bandara Haji Muhammad Sidik memiliki runway dengan panjang 1.400 meter dan lebar 30 meter serta dapat didarati pesawat jenis ATR 72.

Bandara ini memiliki apron sepanjang 110,25 meter dan lebar 80 meter, taxiway sepanjang 173 meter dan lebar 18 meter, serta memiliki terminal seluas 1.250 meter persegi yang dapat menampung 55.000 penumpang per tahun. Adapun anggaran yang dipergunakan untuk membangun bandara ini yakni sebesar Rp380 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top