Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Siap-Siap Jelang Audit Wajib IMO 2023

Kemenhub melakukan persiapan menghadapi Organisasi Maritim Internasional atau IMO 2023.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  16:01 WIB
Gedung Kementerian Perhubungan. - Dok. Istimewa
Gedung Kementerian Perhubungan. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub terus berupaya menunjukkan peran aktifnya dalam persiapan menghadapi Organisasi Maritim Internasional (IMO) Member State Audit Scheme (IMSAS) 2023.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Hermanta mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan IMSAS Pre-Audit Training, yang diselenggarakan secara daring selama 4 hari mulai 29 Maret–1 April 2021 di Jakarta.

“Berdasarkan pengalaman mengikuti Audit VIMSAS [2017] yang pernah diikuti, kita mengetahui bahwa perlu dilakukan persiapan menyeluruh terkait materi-materi yang akan diaudit dan sejauh mana audit akan dilaksanakan, mengingat banyaknya instrument IMO, berikut dengan prosedurnya,” kata Hermanta dalam siaran pers, Selasa (30/3/2021).

Dia memerinci, Mandatory IMO Instruments yang tercantum dalam audit antara lain adalah SOLAS 1974, MARPOL, Load Line, STCW 1978, COLREG 1972, Tonnage 1969 dan Resolusi a.1141(31) tahun 2019 yang menunjukkan Non-Exhaustive List mengenai kewajiban negara anggota berkaitan dengan IMO instrumen yang relevan dengan IMO Instrument Implementation Code.

Menurutnya persiapan yang perlu dilakukan untuk menghadapi IMSAS 2023 bersifat kompleks, mengingat Indonesia bertindak sebagai pihak dari instrumen-instrumen mandatory IMO tersebut, yang juga melibatkan banyak instansi.

Mengingat kompleksitas dan waktu yang tersedia lanjutnya, maka pelatihan yang dilakukan kali ini bersifat pre-audit, untuk memberikan pengenalan dan pemahaman mengenai prosedur audit, materi yang diaudit dan regulasi terkait audit.

“Saya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan kita dalam menilai kesiapan diri dan mengidentifikasi kemungkinan adanya ketidaksesuaian yang mungkin belum terlihat pada audit VIMSAS yang telah kita laksanakan sebelumnya,” jelasnya.

Namun dia menambahkan, perlu dipahami bahwa Pre-Audit Training ini bukanlah pelatihan untuk menjadi auditor, tetapi penting untuk dilakukan dengan maksud agar pihak yang akan diaudit dapat melakukan persiapan, sehingga pada pelaksanaannya nanti tidak akan mendapatkan kesulitan yang berarti.

Sebagai informasi, pelatihan yang digelar selama 4 hari ini menghadirkan trainer yang terdiri dari CEO AMSAT Internasional, Jim Travers, AMSAT International Country Representative, Linda Christanty, AMSAT International Expert, Sugiarta Wirasantosa dan Abdul Hannan, serta SSI-COE PSC Chief Advisor, David Penny.

Adapun, peserta training terdiri dari perwakilan dari Direktorat Kenavigasian, Direkrorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL, Badang SAR Nasional, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top