Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erick Thohir : Pembentukan Holding Baterai Merupakan Langkah Berani

Perjalanan pembentukan holding baterai telah dimulai kurang lebih dari 1 tahun yang lalu.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 Maret 2021  |  18:20 WIB
Ilustrasi: Perakitan baterai kendaraan listrik di pabrik Volvo Cars di Ghent, Belgia.  - Volvo Cars
Ilustrasi: Perakitan baterai kendaraan listrik di pabrik Volvo Cars di Ghent, Belgia. - Volvo Cars

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengungkapkan bahwa pembentukan holding baterai merupakan langkah berani yang diambil pemerintah.

Dia mengatakan bahwa Indonesia tidak ingin lagi telat dalam mengambil langkah untuk bergabung pada industri-industri yang potensinya sangat besar dari dalam negeri. Pada era 80-an, katanya, Indonesia telah dalam memulai industri kayu, sedangkan pada era 70a-an Indonesia pun telat memanfaatkan potensi perminyakan.

"Ini alhamdulillah kita justru memanfaatkan momentum yang sangat penting ketika perubahan dari pada inovasi yaitu salah satunya EV [electric vehicle] baterai ini yang merupakan berbasis nikel kita justru mengambil langkah yang cukup berani. Kita tidak mau kalah dengan negara-negara besar lain seperti China dan Amerika Serikat dan Korea," katanya dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (26/3/2021).

Menurut Erick, perjalanan pembentukan holding baterai telah dimulai kurang lebih dari 1 tahun yang lalu. Langkah pembentukan holding merupakan transformasi guna menjawab tantangan kemajuan zaman pada masa yang akan datang.

Di luar prediksi, pada tahun lalu justru pandemi Covid-19 merebak di seluruh dunia. Namun, hal itu justru mendorong pembentukan holding baterai menjadi lebih cepat.

"Kita mempunyai kekayaan nikel yang nilainya hampir 24 persen di dunia ini, dan tentu adanya EV baterai ini kita juga membuat Indonesia lebih bersahabat juga dengan green dengan ekonomi hijau," ungkapnya.

Adapun, Indonesia Battery Corporation (IBC), menargetkan kapasitas produksi baterai dapat mencapai 140 gigawatt hour (GWh) pada 2030.

Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury l mengatakan bahwa selain digunakan untuk produksi kendaraan listrik di dalam negeri, sebagian dari produksi baterai tersebut kemungkinan juga akan diekspor ke luar negeri.

"Total kapasitas baterai yang dihasilkan 140 GWh pada2030 nanti. Sebanyak 50 GWh dari produksi baterai cell ini mungkin akan kami ekspor, sisanya akan digunakan di industri baterai yang nanti memproduksi kendaraan listrik di Indonesia," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erick tohir Baterai Mobil Listrik
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top