Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SCI Urai Penyebab Tingginya Biaya Logistik Indonesia

Supply Chain Indonesia atau SCI mengurai penyebab tingginya biaya logistik di Indonesia.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  15:26 WIB
Sebuah truk menunggu muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). -  ANTARA / M Risyal Hidayat
Sebuah truk menunggu muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Supply Chain Indonesia (SCI) menilai masalah skala ekonomi menjadi salah satu penyebab tingginya biaya logistik di Indonesia, sehingga produk dan komoditas tidak berdaya saing.

Menurut Chairman SCI Setijadi, masalah skala ekonomi terjadi karena aktivitas ekonomi dan industri tersebar di banyak pelaku dengan volume dan kapasitas produksi tiap pelaku yang rendah. Masalah ini terjadi pada banyak tahapan dalam rantai pasok.

"Pada sektor perikanan, misalnya, masalah skala ekonomi terjadi mulai pada tahap awal, yaitu dalam proses penangkapan ikan oleh nelayan," katanya dalam siaran pers, Kamis (25/3/2021).

Dia menyebut masalah skala ekonomi terus terjadi dalam proses pengangkutan dari lokasi pengumpulan ke wilayah-wilayah konsumsi, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun industri pengolahan.

Oleh karena itu lanjutnya, diperlukan peranan perusahaan penyedia jasa logistik untuk melakukan konsolidasi pada tahap pengumpulan maupun pengiriman komoditas, termasuk dalam memfasilitasi implementasi rantai dingin (cold chain).

"Masalah skala ekonomi terjadi pada beberapa sektor lainnya termasuk UMKM. Keterbatasan modal dan volume produksi mengakibatkan skala ekonomi yang rendah sehingga produk sulit bersaing dengan luar negeri," sebutnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, perusahaan jasa logistik dapat berperan sebagai konsolidator yang nantinya bisa mendorong peningkatan volume ekspor industri dan pelaku UMKM, sekaligus meningkatkan surplus neraca perdagangan.

"Berdasarkan data BPS, SCI mencatat surplus Indonesia pada tahun 2020 sebesar USD 21.767 juta dengan nilai ekspor sebesar US$163.306 juta dan impor sebesar US$141.540 juta," bebernya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top