Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gawat! Defisit Kopi Hantui Dunia

Stok kopi merosot ke level terendah enam tahun di AS akibat penurunan besar dalam output setelah kekeringan di negara Amerika Selatan, diperkirakan akan menggeser keseimbangan dunia ke arah defisit dalam beberapa bulan mendatang tepat saat permintaan mulai naik.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  06:21 WIB
Kopi Arabika, salah satu komoditas ekspor nonmigas andalan.  - Antara
Kopi Arabika, salah satu komoditas ekspor nonmigas andalan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pasokan kopi di AS menyusut dan harga grosir melonjak akibat dampak lebih lanjut dari kekurangan kontainer untuk pengiriman global yang menekan kegiatan perdagangan bahan makanan.

Stok kopi merosot ke level terendah enam tahun di AS akibat penurunan besar dalam output setelah kekeringan di negara Amerika Selatan, diperkirakan akan menggeser keseimbangan dunia ke arah defisit dalam beberapa bulan mendatang tepat saat permintaan mulai naik.

"Semua orang merasakan kesulitan," kata Christian Wolthers, Presiden Wolthers Douque yang merupakan importir di Fort Lauderdale, Florida.

Dia memperkirakan bahwa biaya pengiriman telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari Amerika Latin. "Kemacetan ini berubah menjadi mimpi buruk kontainer."

Sementara gangguan pasar kargo telah mengacaukan perdagangan pangan global secara umum, masalah di pasar kopi dimulai dengan inflasi pangan yang meningkat. Inflasi ini dapat diperburuk dengan pembukaan kembali kegiatan ekonomi.

Untuk saat ini, produsen kopi dapat memanfaatkan persediaan daripada menaikkan harga, tetapi dengan persediaan yang menurun dan panen Brasil yang lebih kecil datang, pemburukan diperkirakan akan terus berlanjut.

Kopi arabika berjangka di New York telah meningkat sekitar 24 persen sejak akhir Oktober 2020 menyusul kerusakan kebun Brasil. Pada bulan Februari, persediaan biji kopi hijau Amerika yang tidak digiling turun 8,3 persen dari tahun sebelumnya ke level terkecil sejak 2015.

Persediaan yang lebih rendah berarti lebih sedikit penyangga untuk menahan penurunan yang diharapkan dalam panen Brasil, memperburuk ketatnya pasar dan terus memberikan dukungan untuk harga, kata para analis.

Marex Spectron meningkatkan perkiraan defisit kopi global menjadi 10,7 juta kantong pada 2021-22, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar 8 juta kantong, mengutip output arabika Brasil yang lebih rendah setelah cuaca buruk merusak tanaman.

Goldman Sachs Group Inc. mengatakan dalam sebuah laporan bahwa jika produksi di Amerika Tengah tidak membaik di tahun-tahun mendatang, pasar akan memasuki defisit struktural seiring dengan adanya rebound permintaan.

A.P. Moller-Maersk A/S Denmark, perusahaan pelayaran terbesar di dunia, mengatakan peti kemas dan kapal charter sementara tidak tersedia untuk dibeli atau disewakan. Alhasil, kondisi ini semakin meningkatkan kemacetan dan membawa penundaan di pelabuhan.

Perusahaan telah mencoba untuk menyewakan semua kontainer yang tersedia, dan mempertahankan unit yang sudah tua tetap beroperasi.

“Ini situasi sementara, baik dari segi pola pembelian maupun ketersediaan kapal,” kata perseroan. "Kami berharap segalanya akan kembali normal selama paruh pertama 2021."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil kontainer kopi

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top