Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Siapkan Keandalan Pasokan Listrik Jangka Panjang Blok Rokan

Kesiapan PLN didukung dengan sistem kelistrikan Pulau Sumatra yang saat ini memiliki cadangan daya sebesar 2.808 megawatt (MW) dengan daya mampu sebesar 8.852 MW dan beban puncak sebesar 6.044 MW.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  18:18 WIB
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Dok: SKK Migas
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Dok: SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA — Sebagai pemegang Izin Usaha Penyaluran Tenaga Listrik (IUPTL) Blok Rokan, PLN sedang menyiapkan keandalan jangka panjang pasokan listrik dan uap wilayah kerja Blok Rokan.

Hal ini menindaklanjuti komitmen sinergitas antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditandai dengan penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (SPJBTLU) antara PLN dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada Februari lalu.

Di sisi pasokan, kesiapan PLN didukung dengan sistem kelistrikan Pulau Sumatra yang saat ini memiliki cadangan daya sebesar 2.808 megawatt (MW) dengan daya mampu sebesar 8.852 MW dan beban puncak sebesar 6.044 MW.

Guna menjamin keandalan pasokan  listrik dan uap, PLN akan membangun 5x100 MW converter yang 4 unit akan beroperasi secara kontinyu dan 1 unit dalam posisi standby.

Keandalan tersebut didukung dengan pasokan ke titik koneksi PLN-PHR melalui dua jalur transmisi 150 kV, yaitu dari sistem kelistrikan Pekanbaru (New Garuda Sakti-Balai Pungut) dan dari sistem kelistrikan Dumai (Duri – Balai Pungut).

Tak hanya itu, PLN juga menyiapkan skema pasokan backup (cadangan) apabila terjadi gangguan dengan mengoptimalkan pembangkit eksisting di Balai Pungut dengan total daya mampu 250 MW.

Dalam melayani kebutuhan listrik dan uap Blok Rokan, PLN membagi dalam dua tahapan, yakni masa transisi dan masa permanen.

“Sesuai SPJBTLU, masa layanan PLN dibagi menjadi dua, yaitu masa transisi hanya selama 3 tahun yang dimulai dari Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2024. Pada masa transisi ini, PLN akan mengelola pembangkit listrik eksisting yang saat ini telah melistriki wilayah kerja Rokan,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (24/3/2021).

Layanan permanen akan diberikan mulai 8 Agustus 2024, yaitu dengan menginterkoneksikan sistem kelistrikan pada wilayah kerja Rokan dengan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatra.

“Pada masa permanen, Blok Rokan akan dipasok dari sistem kelistrikan interkoneksi Sumatra dan uap akan dipasok dengan pembangunan steam generator yang lebih andal. Kami juga menyiapkan opsi tambahan pasokan listrik dari PLTG relokasi. PLN akan memberikan pasokan listrik jangka panjang andal tanpa padam bagi PHR,” kata Agung.

Melalui pasokan listrik jangka panjang dari PLN, Blok Rokan akan memperoleh keandalan operasional yang terjamin dan biaya operasi yang lebih efisien.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi PLN Blok Rokan
Editor : Denis Riantiza Meilanova

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top