Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bendungan Way Sekampung Beroperasi Akhir 2021

Bendungan Way Sekampung merupakan salah satu dari 13 bendungan yang akan selseai pada 2021. Adapun 12 bendungan lainnya adalah Paselloreng, Ladongi, Margatiga, Pideksi, Ciawi, Sukamahi, Tugu, Bintang Bano, Benda, Gongseng, Way Sekampung, dan Mbay.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  16:50 WIB
Bendungan Way Sekampung Beroperasi Akhir 2021
Bendungan Way Sekampung di Lampung, salah satu proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan akan mulai mengisi air (impounding) Bendungan Way Sekampung pada awal Semester II/2021. Sejauh ini, proses konstruksi bendungan tersebut telah mencapai 92,24 persen.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan Bendungan Way Sekampung merupakan bagian dari pengelolaan SDA dan irigasi yang akan tersu dilanjutkan. Jarot menilai hal tersebut penting untuk mendukung produksi pertanian berkelanjutan.

"Ditargetkan pada Juli 2021 [konstruksi Bendungan Way Sekampung] sudah rampung dan sudah bisa dimulai diisi air, sehingga paling lambat Desember 2021 sudah bisa menampung air," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (23/3/2021).

Jarot mencatat Bendungan Way Sekampung dapat mengairi lahan seluas 55.373 hektar dan menambah areal irigasi DI Rumbia Extension seluas 17.334 hektar. Dengan demikian, petani dapat meningkatkan intensitas tanam 270 persen dari jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun.

Selain menjadi infrastruktur pendukung pertanian, Bendungan dengan luas genangan sekitar 800 hektar tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir di Provinsi Lampung yang terhubung dengan Bendungan Batutegi dan Margatiga.

Jarot menjelaskan berfungsinya Bendungan Way Sekampung akan menjaga Provinsi Lampung dari bencana banjir dari hulu sampai hilir. Pasalnya, debit banjir secara berurutan akan tertahan di Bendungan Batutegi, lalu ke Bendungan Way Sekampung, sampau akhirnya tertahan di Bendungan Margatiga.

Di samping itu, Jarot berujar pihaknya dapat menyediakan air baku ke tiga wilayah, yakni Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan. Adapun, lanjutnya, kebutuhan air baku di Kabupaten Pringsewu sebesar 200 liter per detik (lpd) telah terpenuhi.

"Total kebutuhan ke depan 2.250 liter/detik untuk Kabupaten Pringsewu, Kota Bandar Lampung, Beranti dan Metro. Saat ini sedang pelaksanaan 800 liter/detik untuk Kota Bandar Lampung," ucapnya. Jarot.

Jarot melanjutkan bendungan yang menyerap investasi hingga Rp2,07 triliun tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 68,06 juta meter kubik. Adapun, konstruksi Bendungan Way Sekampung dibagi menjadi empat paket pekerjaan dengan kontraktor masing-masing paket satu dikerjakan oleh kontraktor PT. PP-PT. Ashfri (KSO), paket dua oleh PT. Waskita Karya - PT. Adhi Karya (KSO), paket tiga PT. PP-PT. Ashfri (KSO), dan paket empat PT. Waskita Karya.

Bendungan Way Sekampung merupakan salah satu dari 13 bendungan yang akan selseai pada 2021. Adapun 12 bendungan lainnya adalah Paselloreng, Ladongi, Margatiga, Pideksi, Ciawi, Sukamahi, Tugu, Bintang Bano, Benda, Gongseng, Way Sekampung, dan Mbay.

DJSDA juga menargetkan akan meneruskan pembangunan terhadap 43 unit bendungan dan memulai konstruksi 5 unit bendungan baru. Secara total, Kementerian PUPR akan melakukan konstruksi terhadap 48 bendungan sepanjang 2021.

Adapun, total anggaran untuk konstruksi bendungan dan danau pada tahun ini adalah Rp19,32 triliun. Artinya, program pembangunan bendungan dan danau akan menelan sekitar 32,84 persen dari total anggaran DJSDA yang mencapai Rp58,54 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top