Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Defisit Fiskal RI di Bawah AS, Tapi Ekonomi Paman Sam Bakal Sembuh Duluan

Defisit fiskal AS 13,7 persen dari PDB pada tahun ini, sementara itu Indonesia dipatok sebesar 5,7 persen terhadap PDB. Namun, ekonomi AS diyakini tumbuh lebih tinggi dari Indonesia.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  11:49 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik 11 pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (24/8/2020). Menteri Keuangan hadir secara virtual dalam pelantikan ini - Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik 11 pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (24/8/2020). Menteri Keuangan hadir secara virtual dalam pelantikan ini - Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membandingkan defisit fiskal yang dialami Indonesia dan Amerika Serikat.

Menurutnya, defisit fiskal Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat (AS). Defisit ini muncul akibat stimulus ekonomi jumbo dari pemerintahan Joe Biden sebesar US$1,9 triliun.

"Defisit AS 13,7 persen dari PDB, 2020 AS melakukan countercylical 15,6 persen dari PDB," ungkap Sri Mulyani, Selasa (23/3/2021).

Sementara itu, defisit fiskal Indonesia hanya mencapai 6 persen pada tahun lalu dan dipatok 5,7 persen pada tahun ini.

"Jadi dalam hal ini, kita akan lebih rendah."

Meskipun defisit, ekonomi AS mampu pulih lebih cepat dibandingkan Indonesia. "Dengan adanya pemerintahan baru, stimulus dan vaksinasi, sekarang AS akan meloncat tinggi," ujar Sri Mulyani.

Indikatornya a.l. penjualan ritel 7,4 persen, indeks manufaktur (PMI) yang selalu berada di atas zona 50 mulai Juli 2020 serta vaksinasi yang cepat.

Fed memproyeksikan bahwa ekonomi AS akan tumbuh 6,5 persen pada tahun 2021. Pertumbuhan ini akan menjadi laju tercepat sejak 1983. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi RI pada tahun ini diperkirakan sebesar 4,5 persen hingga 5,3 persen. 

Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi RI pada kuartal I / 2021 akan mendekati minus 0,1 persen dari kisaran minus 1 persen hingga positif 0,1 persen. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat sri mulyani defisit fiskal
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top