Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Target Inklusi Keuangan 2024 90 Persen, Ini Langkah Kemenko Perekonomian

Kondisi keuangan inklusif Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 2018.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  16:44 WIB
Ilustrasi menabung - Istimewa
Ilustrasi menabung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus mendorong inklusi keuangan untuk mencapai target tingkat inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Alia Karenina menyampaikan pihaknya telah mengadakan Rapat Koordinasi Dewan Nasional Keuangan Inklusif yang dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 8 Maret 2021.

Menurutnya, pemerintah segera menyiapkan peraturan pelaksana dari Peraturan Presiden No.114/2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (Perpres 114/2020) berupa Permenko tentang Pelaksanaan SNKI dan Kepmenko tentang Tugas serta Susunan Keanggotaan Pokja dan Sekterariat.

"Di sisi teknis, pelaksanaan program SNKI yang dilakukan oleh Kelompok Kerja [Pokja] DNKI pada kuarter kedua akan fokus kepada program kerja yang telah dimulai sejak awal 2021 yang mengacu kepada cara mencapai tujuan SNKI sebagaimana disampaikan dalam Perpres 114/2020," katanya kepada Bisnis, Senin (22/3/2021).

Adapun, tujuan yang dimaksud antara lain, peningkatan akses layanan keuangan formal, peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen, perluasan jangkauan layanan keuangan, penguatan akses permodalan dan dukungan pengembangan usaha untuk usaha mikro dan kecil, serta peningkatan produk dan layanan keuangan digital, dan penguatan integrasi kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif melalui paling sedikit layanan keuangan digital.

Secara umum, Alia mengatakan kondisi keuangan inklusif Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 2018.

Kepemilikan akun meningkat 6 percentage point menjadi 61,7 persen pada 2020. Demikian halnya dengan penggunaan layanan keuangan yang meningkat menjadi 81,4 persen.

"Hal tersebut akan diungkapkan pada kuarter kedua 2021, di mana pemerintah akan melakukan publikasi keseluruhan hasil survei Financial Inclusion Insight [FII]/SNKI yang merekam kondisi keuangan inklusif di Indonesia serta dampak pandemi Covid-19 terhadap perilaku keuangan dari masyarakat pada tahun 2020 lalu," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenko perekonomian sektor keuangan inklusi keuangan
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top