Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUPR Soroti Tiga Hal dalam Pengembangan SDM Konstruksi

Saat ini terdapat kekurangan SDM hingga 700.000 orang untuk mendukung konstruksi infrastruktur nasional.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  13:54 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berdialog dengan pekerja konstruksi saat peluncuran sertifikat elektronik tenaga kerja konstruksi Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019). - ANTARA /Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berdialog dengan pekerja konstruksi saat peluncuran sertifikat elektronik tenaga kerja konstruksi Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019). - ANTARA /Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa ada tiga hal penting dalam pembangunan sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan SDM merupakan salah satu pilar Visi Indonesia 2045. Selain itu, hal tersebut juga menjadi agenda Presiden Joko Widodo bersama Wapres Maruf Amin hingga 2024.

"Terkait hal tersebut, kami menyoroti tiga hal terpenting. Pertama, pemenuhan sumber daya manusia konstruksi, baik secara kuantitas dan kualitas. Kedua, pengembangan industri konstruksi yang berbasis SDM spesialis dan teknologi konstruksi. Ketiga, penguatan kelembagaan melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dan Lembaga Sertifikasi Profesi,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (16/3/2021).

Basuki mencatat saat ini terdapat kekurangan SDM hingga 700.000 orang untuk mendukung konstruksi infrastruktur nasional. Angka tersebut belum mencakup konstruksi infrastruktur yang dilakukan oleh swasta.

Selain itu, SDM yang tersedia saat ini dinilai tergolong belum ideal lantaran 72 persen tenaga kerja konstruksi masih lulusan SMA ke bawah atau sekitar 5,76 tenaga kerja. Sementara itu, tenaga kerja konstruksi yang sudah bersertifikat baru mencapai sekitar 800.000 orang atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja konstruksi.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi, Basuki menyatakan bahwa kementerian telah bekerja sama dengan perguruan tinggi. Salah satu hasil kerja sama tersebut adalah pembuatan Politeknik Pekerjaan Umum dan menyelenggarakan program Magister Super Spesialis.

Adapun, Basuki menilai kolaborasi dengan badan usaha jasa konstruksi (BUJK) nasional maupun asing diperlukan. Menurutnya kerja sama tersebut diperlukan agar tenaga kerja konstruksi lokal dapat menggunakan teknologi terkini sebagai training ground.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi jasa konstruksi
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top