Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Terdampak Proyek Tol Betung-Jambi Segera Dapat Ganti Rugi Lahan

Jalan tol Betung (Sp.Sekayu)—Tempino—Jambi yang masuk dalam Jalan Tol Trans-Sumatra ini ditargetkan beroperasi pada 2022.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  08:15 WIB
Warga Terdampak Proyek Tol Betung-Jambi Segera Dapat Ganti Rugi Lahan
Foto udara pengerjaan proyek jalan tol Kayu Agung--Palembang--Betung (Kapal Betung) Seksi 2 di Desa Ibul Besar I, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Sabtu (27/5). - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Bagikan

Bisnis.com, SEKAYU — Warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, yang lahan miliknya terpaksa dibebaskan untuk pembangunan jalan tol ruas Betung (Simpang Sekayu)—Tempino—Jambi segera mendapatkan uang ganti rugi.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yudi Herzandi mengatakan bahwa hal ini merupakan kabar baik bagi warga di enam kecamatan yang terkena dampak pembangunan jalan tol tersebut.

“Kami sudah mengikuti rapat dengan konsultan publik untuk tahap kedua, artinya tak berapa lama lagi, uang ganti ruginya dicairkan,” katanya, Senin (16/3/2021).

Saat ini Pemkab Muba aktif menyosialisasikan pembangunan jalan tol ruas Betung (Sp.Sekayu)—Tempino—Jambi sejauh 191 kilometer yang telah memasuki tahap penyediaan lahan ini.

Sekda Muba Apriyadi menambahkan bahwa sosialisasi ini bertujuan mendapatkan dukungan dari masyarakat agar pembangunan jalan tol yang masuk Proyek Strategis Nasional itu dapat berjalan sesuai perencanaan.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini masyarakat paham bahwa proyek ini sudah lama direncanakan oleh pemerintah,” kata Apriyadi.

Masyarakat diharapkan sedapat mungkin teredukasi bahwa pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketersediaan infrastruktur jalan tol ini diharapkan menjadi dari daya tarik bagi investor untuk berinvestasi ke Kabupaten Muba yang memiliki berbagai Sumber Daya Alam seperti minyak, gas, hasil perkebunan sawit dan karet dan pertanian padi.

Masuknya investor ini sangat dibutuhkan karena dana pemerintah sangat terbatas untuk mempercepat pembangunan di daerah.

Sejauh ini Muba telah merencanakan pembangunan kawasan industri hijau yang menjadi pusat pengolahan minyak, gas, sawit, karet dan lainnya.

“Jika kawasan industri ini bisa berdiri di Muba, tentunya akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata dia.

Pejabat Pembuat Komitmen Jalan Tol Kementerian PUPR Bayumi mengatakan bahwa penyediaan lahan sudah bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten karena sudah dilakukan menetapkan lokasi.

Jalan tol tersebut direncanakan akan melintasi enam kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Babat Supat, Lais, Keluang, Sungai Lilin, Tungkal Jaya, dan Bayung Lencir dengan luasan kebutuhan lahan mencapai 1.106 Hektare.

"Setelah sosialisasi ini dilakukan tahap selanjutnya pengukuran kemudian musyawarah dengan masyarakat dan penentuan nilai ganti rugi tanah oleh kantor jasa penilai publik,” kata dia.

Jalan tol Betung (Sp.Sekayu)—Tempino—Jambi yang masuk dalam Jalan Tol Trans-Sumatra ini ditargetkan beroperasi pada 2022. Tol yang dibangun PT Hutama Karya (Persero) tersebut diperkirakan menelan investasi Rp21,31 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol trans-sumatra

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top