Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Siap-Siap, Kemenhub Kaji Sertifikasi Pengemudi Bus

Kementerian Perhubungan menilai para pengemudi bus adalah sumber daya manusia (SDM) yang merupakan aset penting bagi industri yang bergerak di bidang jasa angkutan umum, layaknya masinis, pilot, dan nakhoda.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 14 Maret 2021  |  15:44 WIB
Siap-Siap, Kemenhub Kaji Sertifikasi Pengemudi Bus
Terminal Bus Jombor di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. - JIBI/Fahmi Ahmad Burhan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengaku telah mempertimbangkan rencana sertifikasi para pekerja di sektor transportasi darat khususnya pengemudi bus. 

Menurutnya, para pengemudi bus adalah sumber daya manusia (SDM) yang merupakan aset penting bagi industri yang bergerak di bidang jasa angkutan umum, layaknya masinis, pilot, dan nakhoda.

"Jangan pengemudi [bus] itu dianggap supir, karena itu adalah profesi. Mereka adalah SDM yang sangat utama sekali dalam sebuah perusahaan," katanya dalam diskusi daring bersama PerpalZ TV, Minggu (14/3/2021).

Budi berharap dalam waktu dekat dapat mewujudkan sertifikasi para pengemudi bus tersebut. Dia mengakui bahwa regulasi Kemenhub belum sampai ke tahap pembahasan, tetapi pemikiran mengenai upaya sertifikasi itu telah lama dicanangkan.

"Jadi memang idealnya walaupun mungkin dengan waktu atau substansi yang tidak begitu banyak para pengemudi [bus] juga harus [melalui] proses pelatihan, sekolah seperti itu dan setelah itu mungkin mendapatkan sertifikat yang sama dengan tiga pengemudi tadi," ungkapnya.

Menurutnya, setiap perusahaan yang memang diperuntukkan untuk kepentingan umum sejatinya juga harus memiliki program sertifikasi kompetensi, seperti adanya program pelatihan dan sebagainya.

"Tapi sertifikat kompetensi ini jangan juga membebani, misalnya harus pelatihan dengan biaya sekian juta atau harus menyiapkan anggaran sekian. Jangan seperti itu. Kalau perlu kegiatan itu diback up dan didukung oleh anggaran pemerintah. Kalau memang saya bisa, kita lakukan," tegasnya.

Menyikapi rencana Budi tersebut, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan yang juga Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera (PO SAN) mengaku senang dengan kehadiran pemerintah untuk mewujudkan kompetensi para pengemudi bus profesional di moda transportasi darat.

"Terima kasih pak, itu yang kami tunggu. Jadi [dengan] kompetensi, profesionalisme pengemudi di darat ini dapat terukur," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi kementerian perhubungan bus
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top