Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peritel AS Mulai dari Kate Spade hingga Crocs Alami Kemacetan Kargo

Beberapa peritel AS mengalami penundaan pengiriman akibat kekurangan kontainer. Kondisi ini mempengaruhi
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  15:47 WIB
Kapal Evergreen Marine Corporation -  Bloomberg
Kapal Evergreen Marine Corporation - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun belum diturunkan menjadi kenaikan harga di tingkat konsumen, masalah kemacetan pengiriman akan menganggu rantai pasok jika bertahan lebih lama.

Ketegangan pasokan diperparah dengan kekurangan kontainer pengiriman, mulai melanda operasi perusahaan. Nautilus Inc., yang membuat mesin kebugaran seperti Bowflex, mengatakan bahwa masalah logistik menunda peluncuran beberapa treadmill.

Produsen sepatu Wolverine World Wide Inc. mengatakan penjualan US$20 juta akan bergeser dari kuartal pertama ke kuartal kedua karena kemacetan itu.

Steven Madden Ltd. mengatakan gangguan rantai pasokan memotong ekspektasi penjualan kuartal pertama perusahaan alas kaki tersebut sebesar US$30 juta.

Peritel memperkirakan masalah akan meluas ke kuartal berikutnya, meskipun beberapa mengatakan mereka berpikir yang terburuk sudah berlalu.

"Saya tidak berpikir kami memenuhi harapan semua orang hari ini dan sejujurnya, kami tidak mungkin melakukannya. Saya ragu apakah ada yang mengimpor produk dari Asia," kata Chief Executive Officer Crocs Inc. Andrew Rees, dilansir Bloomberg, Rabu (3/3/2021).

Sementara itu, Tapestry Inc. Kate Spade terlibat dalam dua insiden kapal kargo terpisah di mana kontainer yang penuh dengan barang-barang tenggelam di laut.

CEO Joanne Crevoiserat awal bulan ini mengatakan bahwa kerugian akan berdampak pada pengiriman musim semi. Mike George, CEO QVC dan pemilik HSN Qurate Retail Inc., mengatakan dia kehilangan setidaknya penyedot debu dalam jumlah besar ke dasar laut.

Kemacetan terjadi karena permintaan tetap cukup kuat untuk mendorong impor barang AS ke rekor tertinggi pada Januari, bahkan ketika ekspor tetap lesu. Divergensi itu menyebabkan kesenjangan antara keduanya meningkat lagi dan tetap mendekati rekor tertinggi pada November.

Semua produk konsumen menumpuk di pelabuhan besar AS seperti Savannah, Georgia, di Pantai Timur hingga Los Angeles, gerbang perdagangan terbesar dengan Asia. Jumlah kapal kontainer yang menunggu untuk memasuki pelabuhan Los Angeles dan Long Beach mencapai 27 pada Kamis pekan lalu , dengan rata-rata menunggu lebih dari seminggu.

Sementara itu, kapal yang diparkir di Teluk San Francisco ada sekitar selusin, menunggu untuk berlabuh di Pelabuhan Oakland.

Para ekonom di bank sentral negara telah mencatat kesulitan-kesulitan tersebut, dan setidaknya ada yang tidak memperkirakan akan berakhir dalam waktu dekat.

Menurut sebuah makalah oleh Julianne Dunn, seorang analis ekonomi di Federal Reserve Bank Cleveland, kemungkinan gangguan rantai pasokan akan terus berkembang di masa mendatang.

Sementara itu, beberapa perusahaan membayar ongkos lebih untuk mengirim barang melalui udara, mengganti produk di rak, dan mencoba menegosiasikan ulang pengaturan dengan pengirim.

Steven Madden mengirimkan beberapa barang melalui udara meksi biaya pengangkutan juga naik lebih dari 100 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Namun, ada sedikit titik terang baru-baru ini pada angkutan laut. Indeks tarif spot Drewry Hong Kong-Los Angeles tetap stabil selama enam minggu terakhir, rata-rata lebih dari US$5.900 per kontainer 40 kaki, lebih dari empat kali lipat tingkat tahun lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kontainer kargo peritel
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top