Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Manufaktur Ini Catat Kinerja Positif di Tengah Pandemi

Industri manufaktur mengalami kontraksi sebesar 2,22 persen pada tahun lalu.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  08:32 WIB
Pegawai PT Semen Baturaja (Persero) Tbk memanfaatkan sistem teknologi informasi untuk memantau penjualan dan distribusi produk perseroan.  - Istimewa
Pegawai PT Semen Baturaja (Persero) Tbk memanfaatkan sistem teknologi informasi untuk memantau penjualan dan distribusi produk perseroan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan bahwa beberapa subsektor industri manufaktur di tanah air mencatat performa positif di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Subsektor ini menjadi penopang angka pertumbuhan industri pengolahan. 

Sementara itu secara total industri manufaktur mengalami kontraksi sebesar 2,22 persen pada tahun lalu. Namun, bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Agus melihat sudah ada tren positif dan pertumbuhan industri sudah mengalami rebound.

Adapun salah satu subsektor manufaktur yang juga memberikan kontribusi positif pada kuartal IV/2020 adalah industri pendukung bangunan yakni semen.

Pada kuartal IV/2020, produksi semen sebesar 18,53 juta ton atau naik 2,91 persen secara kuartalan. Pengadaan semen dalam negeri pada periode tersebut meningkat sebesar 18,06 juta ton atau 3,11 persen secara kuartalan.

Agus mengatakan, sebagai upaya terus mendorong daya saing sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional, Kemenperin terus mendorong penerapan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). 

Salah satu langkah yang dilakukan terkait program ini adalah dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16/2020 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Produk Farmasi. Melalui aturan tersebut, tata cara penghitungan nilai TKDN produk farmasi bukan lagi menggunakan metode cost based, tetapi dengan metode processed based.

“Peningkatan utilisasi TKDN merupakan kunci utama agar Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri di sektor farmasi, khususnya dalam hal produksi bahan baku obat. Dengan penghitungan TKDN melalui processed based, berarti ada penghargaan atas upaya riset dan pengembangan yang dilakukan oleh pelaku industri farmasi,” paparnya.

Agus juga berharap rumah bebas PPN akan memberikan daya ungkit terhadap industri pendukung sektor properti. Selain itu, manufaktur juga perlu meningkatkan efisiensi.

"Jadi ini kesempatan, industri harus siap dan berdaya saing sehingga akan menguntungkan diri sendiri dan juga konsumennya. Salah satu cara agar lebih efisien adalah penerapan Industri 4.0 dalam proses produksi mereka," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur semen Agus Gumiwang
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top