Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Covid-19 di Indonesia: 2,76 Juta Orang Jadi Warga Miskin

Salah satu indikator kondisi krisis ekonomi di Indonesia akibat pandemi Covid-19 adalah meningkatnya jumlah warga miskin.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  14:01 WIB
Ilustrasi warga miskin di salah satu kawasan di Jakarta  -  Istimewa
Ilustrasi warga miskin di salah satu kawasan di Jakarta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hari ini, Selasa (2/3/2021) genap satu tahun virus Corona (Covid-19) mewabah di Indonesia. Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan krisis di sektor kesehatan, tetapi krisis ekonomi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Salah satu indikator kondisi krisis ekonomi di Indonesia akibat pandemi Covid-19 adalah meningkatnya jumlah warga miskin. Angka kemiskinan di Indonesia menolonjak hingga menembus dua digit dalam rentang waktu satu tahun saja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada September 2020 tercatat 27,55 juta orang. Angka penduduk miskin meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020.

Adapun, realisasi warga miskin bertambah 2,76 juta orang terhadap September 2019 (year-on-year/yoy) atau sebelum pandemi virus Corona menghantam Indonesia dan dunia.

Lebih lanjut, persentase penduduk miskin pada September 2020 tercatat 10,19 persen. Realisasi tersebut meningkat 0,41 persen poin terhadap Maret 2020 dan naik 0,97 persen poin terhadap September 2019.

Secara umum, tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan pada periode 2010 - 2020. Dalam 10 tahun terakhir, terjadi penurunan tingkat kemiskinan baik dari sisi jumlah maupun persentase.

Namun, BPS mengecualikan periode September 2013, Maret 2015, Maret 2020, dan September 2020. Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode September 2013 dan Maret 2015 dipicu oleh kenaikan harga
barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Sementara itu, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2020 dan September 2020 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia," tulis laporan BPS seperti dikutip, Selasa (2/3/2021).

Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, tingkat kemiskinan sempat turun dari dua digit menjadi satu digit mulai Maret 2018. Persentase penduduk miskin yang sebelumnya tercatat 10,12 persen pada September 2018 turun menjadi 9,82 persen pada Maret 2018.

Angka kemiskinan terus menurun menjadi 9,66 persen pada September 2018, 9,41 persen pada Maret 2019, dan yang terendah 9,22 persen pada September 2019.

Sayangnya, persentase penduduk miskin Indonesia kembali mengalami kenaikan menjadi 9,78 persen pada Maret 2020. Pada periode tersebut, pandemi Covid-10 belum melanda Indonesia tetapi sudah menjangkiti beberapa negara, khususnya China.

Persentase warga miskin akhirnya melonjak ke level dua digit, yaitu 10,19 persen pada September 2020.

BPS mencatat jumlah warga miskin mengalami kenaikan di perkotaan. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2020–September 2020, jumlah penduduk miskin perkotaan naik sebesar 876,5 ribu orang. Di sisi lain, penduduk miskin perdesaan hanya bertambah sebesar
249,1 ribu orang.

"Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 7,38 persen menjadi 7,88 persen. Sementara itu, di perdesaan naik dari 12,82 persen menjadi 13,20 persen," tulis BPS.

Untuk mengurangi beban warga miskin, pemerintah telah membuat program bantuan sosial (bansos) selama pandemi Covid-19. Program Kemensos yang sudah berjalan sejak tahun lalu untuk mengurangi kenaikan angka kemiskinan antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Kartu Sembako.

Jelang akhir 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantas menangkap mantan Menteri Sosial Juliari Batu Bara dan anak buahnya karena terlibat korupsi dan suap pengadaan bansos selama pandemi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos angka kemiskinan Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top