Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mazta Farma Ekspansi Bisnis Produksi Hand Sanitizer

Mazta Farma, produsen farmasi maupun kosmetik lokal, melakukan ekspansi dengan memproduksi hand sanitizer seiring dengan tingginya permintaan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  12:46 WIB
Ilustrasi. Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.  - ANTARA
Ilustrasi. Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mazta Farma turut meramaikan pasar cairan antiseptik pembersih tangan (hand sanitizer) dengan merilis produk Maztex Clean Extra.

Direktur Utama PT Mazta Farma Dedi Dianto mengatakan perusahaan melihat tingginya permintaan akan produk hand sanitizer menjadi lahan bisnis baru bagi produsen farmasi maupun kosmetik lokal. Sekadar catatan, PT Mazta Farma merupakan distributor eksklusif sektor farmasi Indonesia melihat adanya kenaikan cukai atas etil alkohol sebesar 140 persen (year on year/y-o-y) atau Rp200 miliar sepanjang 2020.

“Kami selalu berupaya memberikan layanan dan kepuasan terbaik kepada para pelanggan di Tanah Air. Fokus usaha perusahaan bergerak di bidang kesehatan, terutama produk estetika atau skincare, alat kesehatan dan suplemen kesehatan, serta pengembangan ke usaha-usaha lainnya,” ujarnya lewat siaran pers, Selasa (2/3/2021).

Dia mengklaim, produk mereka Sanitizer Maztex terbukti mampu mematikan virus sampai 15 hari. Bahkan, aman jika disemprotkan ke makanan lantaran mengandung ekstrak bambu moso dari Jepang. Maztex Clean Extra sudah melakukan uji klinis di Takex Co., Ltd di Jepang dan memiliki bahan utama yakni 75 persen Food Grade Ethanol.

Dalam uji cobanya, sampel maztex diletakkan di lempengan dengan ukuran 50 x 50 mm. Lempengan disimpan selama 15 hari, lalu digunakan sebagai bahan uji. Pada saat diuji disuntikkan 0,40 ml virus inokulum ke bahan uji berusia 15 hari.

Setelah dilapisi dengan Polietilen (Polyethylene Film) dan berada pada suhu 25 derajat celcius dengan tingkat kelembaban tidak kurang dari 90 persen selama 24 jam, dilakukan penambahan 10 ml wash-out solution ke setiap bahan uji. Metode uji terakhir dengan mengusap permukaan setiap bahan uji dan film untuk membersihkan virus dan mengukur titer infeksi virus dengan plaque assay.

Hasil survei Nielsen menunjukkan empat kategori produk yang meningkat signifikan secara year to date yakni produk hand sanitizer sebesar 200 persen, sabun tangan cair 285 persen, antiseptik cair melonjak 233 persen dan disusul penjualan tisu basah 151 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi hand sanitizer
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top