Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Melambat, Kontribusi Logistik Jadi Penyebab?

IHS Markit kembali melaporkan perolehan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Februari tercatat 50,9 lebih rendah dari periode Januari 52,2.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  16:57 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan menilai melandainya PMI pasca 4 bulan ekspansif utamanya dikarenakan permasalahan pada kegiatan distribusi.

"Yang pasti gangguan pada sektor logistik menurut saya memang memiliki kontribusi penurunan kinerja industri manufaktur," katanya kepada Bisnis, Senin (1/3/2021).

Fajar menilai persoalan logistik ini ditambah dengan adanya penurunan pengiriman kargo dari 8 pelabuhan utama Indonesia sejak November 2020 terakumulasi sampai awal 2021. Alhasil, Fajar menyebut jika masalah logistik ini bisa diantisipasi dan dicari jalan keluarnya, seharusnya PMI akan tetap ekspansi.

"Setidaknya pemerintah bisa meminimalisir UU Cipta Kerja dengan PP [peraturan pemerintah] turunannya, semoga bisa benar-benar biaya logistik dan meningkatkan daya saing industri. Jadi, kita lihat saja seberapa efektif implementasinya," ujar Fajar.

Meski demikian, Fajar menilai dengan perekonomian global saat ini, PMI ke depan seharusnya masih bisa bertahan di atas level ekspansi atau 50.

Sebelumnya, IHS Markit kembali melaporkan perolehan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Februari tercatat 50,9 lebih rendah dari periode Januari 52,2.

Meski masih di level ekspansif tetapi angka tersebut tidak menunjukkan laju pertumbuhan setelah PMI yang terus terungkit pada 4 bulan lalu. IHS mengungkap faktor utama perlambatan masih berdasarkan kasus Covid-19 yang tinggi.

Alhasil, PMI Februari juga menunjukkan peningkatan paling lemah di sektor kesehatan sejak November lalu.

Meski begitu dari sisi distribusi, waktu pengiriman dari pemasok memang mengalami masa perpanjangan selama 13 bulan berturut-turut. Sementara kebiajkan PPKM dan banjir juga menjadi faktor utama adanya penundaan pengiriman sepanjang Februari 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purchasing manager index indeks manufaktur
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top