Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Kargo Udara Dapat Berkah dari Krisis Kontainer Global

Pesanan terus berdatangan, aktivitas konversi dari pesawat penumpang ke kargo kuat dan beberapa armada yang diparkir telah dioperasikan kembali. Kondisi ini juga dipengaruhi kelangkaan kontainer yang melanda pengapalan laut beberapa bulan belakangan ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  15:34 WIB
Pesawat kargo - Ilustrasi
Pesawat kargo - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemilik dan pengirim kargo udara kini menjadi yang penggerak utama industri penerbangan dibandingkan dengan maskapai penumpang.

Selain didorong lonjakan permintaan barang-barang, kondisi ini juga dipengaruhi kelangkaan kontainer yang melanda pengapalan jalur laut beberapa bulan belakangan ini.

Dachser USA, misalnya, telah menambahkan penerbangan mingguan pada rute Frankfurt-Chicago menyusul peningkatan permintaan, sebagian karena tantangan besar dalam angkutan laut.

"Banyak pelanggan kami mengalihkan sebagian pengiriman mereka ke angkutan udara karena ketidakpastian seputar transportasi laut saat ini, kata Andy Frommenwiler, Wakil presiden Angkutan Udara Dachser USA, dilansir Load Star, Rabu (24/2/2021).

Dia melanjutkan, seiring dengan peningkatan volume, layanan kargo udara khusus Frankfurt-Chicago yang baru diluncurkan, terus menarik klien dan kini beroperasi dengan kapasitas penuh. Untuk melayani permintaan yang terus meningkat pihaknya meluncurkan layanan hari kerja baru yang telah menarik pelanggan.

Sementara itu, Senator International, yang memulai layanan Jembatan Atlantik pada 2016, telah memperluas layanan udaranya dan kini menawarkan penerbangan langsung dari Meksiko ke Eropa dengan MasAir dengan 767-300F. Perusahaan ini sudah menawarkan layanan komprehensif antara Greenville-Spartanburg, Rockford International, Frankfurt, Singapura dan Johannesburg.

"Dengan melayani pasar penting dengan kapasitas terkontrol yang berdedikasi, Senator mampu menawarkan layanan yang stabil dan dapat diandalkan kepada pelanggannya,” kata CEO Tim-Oliver Kirschbaum.

Sementara itu, AirBridgeCargo telah mulai mengoperasikan Boeing 777 pertamanya, berdasarkan kontrak dengan pelanggan tertentu.

"Kami menggunakannya [777] untuk penyewaan ad hoc bagi sejumlah pelanggan terbatas. Kami masih mempelajari seluk-beluknya, karena ini baru. Dapat diandalkan, fleksibel, dan berdasarkan kebutuhan pelanggan khusus, aplikasi yang sangat khusus," kata Konstantin Vekshin Chief Commercial Officer Grup Volga-Dnepr, induk dari AirBridgeCargo.

Sementara itu, menurut data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) volume kargo global telah turun selama 10 bulan berturut-turut.

Ini merupakan periode penurunan terpanjang sejak krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu, mencerminkan perdagangan yang melemah.

Namun, secara umum sektor kapal barang berbadan lebar masih belum mencerminkan pesimisme tersebut. Pesanan terus berdatangan, aktivitas konversi dari pesawat penumpang ke kargo udara cukup kuat dan beberapa armada yang diparkir telah dioperasikan kembali. Baru pada akhir tahun ini pasar mulai melihat beberapa maskapai penerbangan mulai mempertimbangkan untuk mengurangi kapasitas untuk tahun 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kontainer kargo udara
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top