Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wijaya Karya (WIKA) Kaji Dampak Penurunan Suku Bunga Acuan BI

WIKA akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 akan diterbitkan dengan jumlah pokok Rp2,5 triliun.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  06:48 WIB
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. masih mengkaji dampak penurunan suku bunga acuan pada strategi pendanaan perseroan tahun ini. 

Corporate Secretary Wijaya Karya (WIKA) Mahendra Vijaya mengatakan pihaknya telah memiliki strategi pendanaan sepanjang tahun ini. Menurutnya, sebagian sumber pendanaan tersebut adalah pembayaran proyek berjalan, obligasi, dan sukuk. 

"Kami ada pendanaan dari perbankan. Terkait dampak [penurunan suku bunga acuan ke level 3,5 persen], kami menyambut baik. Namun, seberapa jauh dampaknya, masih kami kaji saat ini,"  katanya kepada Bisnis, Selasa (23/2/2021). 

Mahendra menyampaikan bahwa semua sumber pendanaan perseroan akan dilakukan secara prinsip berkelanjutan. Walakin, lanjutnya, setiap sumber pendanaan memiliki karakter yang berbeda-beda. 

Dia mengatakan bahwa perseroan akan memilih sumber pendanaan sesuai dengan kebutuhan operasi dan belanja modal yang ada. 

WIKA akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 akan diterbitkan dengan jumlah pokok Rp2,5 triliun. Dalam waktu bersamaan, perseroan juga menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2020 dengan pokok Rp500 miliar.

Kupon untuk tenor paling pendek 3 tahun mencapai 8,5 persen. Sementara itu,  kupon untuk tenor 5 tahun ditawarkan sebesar 9,10 persen dan tenor paling panjang 7 tahun sebesar 9,75 persen.

Adapun, kupon yang ditawarkan itu jauh di atas suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini sebesar 3,75 persen.

Di samping itu, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 225 basis poin sejak Juni 2019 hingga ke level terendah menjadi 3,5 persen.

Selain itu, BI juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi 4,3 hingga 5,3 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya suku bunga acuan
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top