Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenapa Investasi Tesla Batal? Begini Gosip di Kalangan Pengusaha

Dunia usaha turut menyayangkan keputusan Tesla memilih melanjutkan investasinya di India ketimbang di Indonesia. Sejumlah rumor di kalangan pengusaha pun berkembang mengingat tidak ada kejelasan pasti terkait kegagalan Indonesia menarik Tesla di sini.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  16:27 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani (kiri), berdiskusi dengan Ketua bidang Industri Manufaktur Apindo Johnny Darmawan.  - JIBI/Dwi Prasetya
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani (kiri), berdiskusi dengan Ketua bidang Industri Manufaktur Apindo Johnny Darmawan. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Dunia usaha turut menyayangkan keputusan Tesla memilih melanjutkan investasinya di India ketimbang di Indonesia. Sejumlah rumor di kalangan pengusaha pun berkembang mengingat tidak ada kejelasan pasti terkait kegagalan Indonesia menarik Tesla di sini.

Wakil Ketua Bidang Perindustrian Kadin Johnny Darmawan menilai Tesla memiliki konsep bisnis yang hebat. Meski sebenarnya Tesla bukan membangun industri, melainkan lebih pada konsep bisnis rintisan atau start-up.

Menurutnya, secara bahan baku, Indonesia memang sangat menarik dengan melimpahnya nikel untuk pengembangan komponen baterai. Namun, kembali lagi Tesla merupakan perusahaan yang membutuhkan dukungan teknologi penuh.

"Saya tidak tahu gimana ceritanya mereka mau ke sini tetapi yang saya tahu mereka bukan industri otomotif, hanya perusahaan yang menggabungkan sejumlah komponen kemudian melahirkan mobil yang dikendalikan dengan AI [artificial intelligence]," katanya kepada Bisnis, Selasa (23/2/2021).

Johnny mengemukakan pihaknya juga tidak mengetahui alasan jelas kenapa pada akhirnya India yang dipilih untuk menanamkan modalnya. Pastinya sejumlah rumors beredar yakni alasan terkait dengan konsistensi baik dari sisi regulai dan dukungan pada investor dari India, serta kekuatan teknologi yang saat ini India sangat melaju pesat.

Pasalnya, lanjut Johnny, jika ditelisik secara umum Indonesia juga memiliki kekuatan dari segi jumlah pasar yang besar dan indutri otomotif yang sudah cukup kuat.

"Jadi itu rumor ya, India kan sekarang gudangnya teknologi mungkin karena itu tetapi yang pasti selalu saya katakan dalam mengundang industri berkelanjutan itu dibutuhkan konsistensi, yakni peraturan yang tidak berubah-ubah dan insentif yang clear. Keliatannya belakangan India juga konsisten mengundang investor dan infrastruktur di sana sudah jalan, kita baru mulai," ujar Johnny.

Terlepas dari hal tersebut, saat ini Johnny juga mengapresiasi pemerintah yang melakukan terobosan dengan UU Cipta Kerja. Saat ini banyak investor juga menilai Indonesia sudah mulai terbuka.

Alhasil, lanjut Johnny, Indonesia saat ini tinggal berbenah untuk lebih menarik karena sudah mulai banyak dilirik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin indonesia Tesla Motors
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top