Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lapan : Pesawat N219 Nurtanio Diproduksi Tahun Ini

Pesawat N219 mendapatkan type certificate untuk kelaikan udara setelah melakukan penerbangan selama 340 jam. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Februari 2021  |  20:45 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pesawat N219 buatan PT DI di hangar PT DI, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021). - ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pesawat N219 buatan PT DI di hangar PT DI, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021). - ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa PT Dirgantara Indonesia (DI) siap memproduksi pesawat N219 Nurtanio mulai 2021.

"Pesawat N219 yang sudah mendapat type certificate siap diproduksi oleh PT DI. Tahun ini mulai memenuhi pesanan Pemerintah Provinsi Aceh," kata Thomas, Sabtu (20/2/2021).

Pemerintah Aceh memesan lima pesawat N219.

Pesawat yang diberi nama Nurtanio oleh Presiden RI Joko Widodo pada 10 November 2017 itu merupakan pesawat karya anak bangsa hasil kerja sama antara Lapan dan PT DI.

Pesawat N219 dapat difungsikan untuk mengangkut penumpang sipil, angkutan militer, angkutan barang atau kargo, evakuasi medis, hingga bantuan saat bencana alam.

Pesawat N219 mendapatkan type certificate untuk kelaikan udara setelah melakukan penerbangan selama 340 jam. 

Pesawat N219 bisa terbang dengan kecepatan maksimum 210 knot dan kecepatan terendah hingga 59 knot. Dengan kemampuan itu, pesawat N219 dapat bergerak dengan fleksibel saat melalui wilayah tebing dan pegunungan karena dapat terbang dengan kecepatan cukup rendah tapi terkendali. 

Pesawat N219 didesain sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama di wilayah perintis sehingga memiliki kemampuan short take of landing dan mudah dioperasikan di daerah terpencil, bisa self starting tanpa bantuan ground

Pesawat N219 memiliki nose landing gear dan main landing gear atau tidak dapat dimasukkan ke dalam pesawat saat terbang sehingga akan memudahkan pesawat melakukan pendaratan di landasan yang tidak beraspal bahkan bebatuan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dirgantara indonesia Nurtanio

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top