Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DP Rumah Nol Persen, Akankah Pengembang Perang Harga?

Ada atau tidak adanya stimulus ini tidak berdampak pada persaingan harga antar pengembang. Pasalnya, harga sangat bergantung pada kemampuan cash flow.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 20 Februari 2021  |  08:54 WIB
Tengara atau landmark Perumahan CitraRaya Tangerang, salah satu proyek properti besutan PT Ciputra Development Tbk.
Tengara atau landmark Perumahan CitraRaya Tangerang, salah satu proyek properti besutan PT Ciputra Development Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menetapkan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100 persen untuk kredit properti. Artinya, seluruh kebutuhan dana dalam memperoleh kredit properti ditanggung oleh bank, konsumen tidak perlu membayar uang muka mulai 1 Maret mendatang.

Namun, sejumlah pihak mempertanyakan apakah relaksasi ini akan berdampak pada persaingan harga produk properti antar pengembang.

Direktur Ciputra Development Tbk Harun Hajadi menegaskan bahwa harga properti sangat tergantung supply dan demand. Apabila demand-nya menjadi lebih besar tentu berdampak pada kenaikan harga. Namun apabila supply-nya banyak maka akan ada persaingan harga.

"Ada stimulus ini permintaan pasti akan membesar, tetapi apakah permintaan akan diterjemahkan menjadi penjualan, itu sangat tergantung dari bank pemberi kreditnya," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (20/2/2021) malam.

Apabila permintaan besar, maka perbankan juga dalam mengevaluasi nasabahnya lebih mudah. Namun demikian, stimulus LTV 100 persen ini sangat tergantung dari perbankan apakah mau memberikan atau tidak karena risiko untuk bank sangat besar.

"Tujuannya DP kan supaya nasabah memikul resiko juga, enggak gampang default karena sudah memasukkan uang juga. Kalo DP 0% kan lebih mudah untuk ngabur," tuturnya.

Managing Director Strategic Business & Services PT Sinar Mas Land Alim Gunadi berpendapat sebenarnya untuk para pengembang persaingannya lebih kepada produk yang ditawarkan termasuk dari segi desain, fungsi ruangan, fasilitas pendukung, aksesibilitas dan juga harga.

"Semua hal tersebut jadi pertimbangan," ucapnya.

Ada atau tidak adanya stimulus ini tidak berdampak pada persaingan harga antar pengembang. Pasalnya, harga sangat bergantung pada kemampuan cash flow. Selain itu terkait produk yang dipilih juga tergantung pada customer. "Customer yang punya kemampuan cash flow dan cenderung melihat ke produk," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti uang muka ltv
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top